FKB Minta, Mas Bup Patenkan Nama Kampung Inggris

oleh -

Kediri, Arahjatim.com – Selain Disambati Iman Syafii  Kepala Desa Balong Jeruk Kecamatan Kunjang  tentang pengembangan pasar di Program Jum’at Ngopi (Ngobrol Persoalan dan Solusi) edisi Ngabuburit  di bulan suci Ramadhan tahun 2021, Mas Bup Dhito dan Mbak Wabup Dewi juga menerima keluhan dari Rahmat Ariadi, Perwakilan Forum Kampung Bahasa ( FKB) Kampung Inggris.

Setiap menyebut Kampung Inggris tentu yang akan diingat adalah Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri. Belakangan nama Kampung Inggris turut bermunculan di daerah-daerah lain di luar Kabupaten Kediri.

Forum Kampung Bahasa (FKB) Kampung Inggris merasa perlu nama Kampung Inggris dipatenkan untuk melindungi salah satu ikon Kabupaten Kediri tersebut.

“Kami butuh perlindungan hukum atas nama Kampung Inggris Pare, sehingga tidak diambil kabupaten atau kota lain karena sudah jadi aset Kabupaten Kediri,” Kata Rahmat Ariadi, Perwakilan dari FKB Kampung Inggris kepada Mas Bup di Jumat Ngopi edisi Ngabuburit, Jumat, (16/04/2021) di Pendapa Panjalu Djayati, Kabupaten Kediri.

FKB Kampung Inggris juga mengusulkan adanya website khusus untuk Kampung Inggris sebagai pusat informasi ,serta pelatihan kuliner bagi PKL di sekitar Kampung Inggris.

” Website sebagai pusat informasi untuk lembaga yang ada di kampung Inggris sehingga tidak tumpang tindih. ” tambah Rahmat lagi.

Ide tersebut disambut dengan tangan terbuka oleh Mas Bup Dhito, panggilan akrab Bupati Kediri. Tidak hanya dipatenkan, kedepan Kampung Inggris akan ditata lebih baik lagi.  Penataan dan perbaikan sejumlah aspek di Kampung Inggris ini penting, sebelum nantinya nama Kampung Inggris dibawa lebih luas lewat promosi media mainstream.

“Saya sudah minta kepada kepala dinas terkait untuk memproses paten Kampung Inggris, jangan sampai diambil daerah lain karena berasal dari Kabupaten Kediri. Kita akan lihat perencanaan tata ruang dan tata kota dan air bersih di Kampung Inggris. Akan kita masukkan ke program Kotaku (Program Kota Tanpa Kumuh) yang ada di pemerintah pusat,” ujar Mas Bup

Mas Bup menegaskan harus ada sejumlah aspek yang harus diutamakan lebih dulu, sebelum Kampung Inggris dikembangkan lebih baik lagi.

“Akan dibuatkan website yang bisa menaungi. Untuk pelatihan PKL, akan berdampingan dengan pengembangan di kampung Inggris. Kita lihat dulu kondisi Kampung Inggris seperti apa, mulai dari pompa air yang dekat septik tank, air bersih, serta lembaga-lembaga yang berdiri di situ tapi bukan milik warga Kabupaten Kediri, itu yang harus dicermati dulu. kalau itu sudah diselesaikan kita bergeser ke persoalan lain,” tukas Mas Bup. (das)