Festival Banjari Kota Kediri Resmi Dibuka, Wadah Kreativitas dan Dakwah Generasi Muda

oleh -
oleh

Kediri, ArahJatim.com — Festival Banjari Kota Kediri resmi dibuka pada Minggu pagi (6/12/2025) di Masjid Al Khalid. Acara hasil kolaborasi Pemkot Kediri dan Anggota DPRD Kota Kediri Imam Wihdan Zarkasyi ini digelar untuk memperkuat syiar agama dan mendukung visi Kota Kediri yang agamis.

Sebanyak 25 grup Banjari ikut ambil bagian, menjadikan festival ini sebagai ajang kreasi seni salawat sekaligus ruang dakwah bagi generasi muda Kota Kediri.

Kolaborasi dan Dukungan Pemerintah Kota

pasang iklan orange

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kota Kediri Yono Heryadi, ST., MM. menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi pemerintah dengan anggota legislatif untuk mendukung kegiatan keagamaan yang berdampak positif pada masyarakat.

“Ini salah satu bentuk dukungan kami terhadap ide dan gagasan Bapak Imam Zarkasyi. Festival ini sejalan dengan visi Pemerintah Kota Kediri untuk memperkuat sisi agamis,” ujarnya saat memberikan sambutan.

Yono menambahkan, seluruh fasilitas telah dipersiapkan oleh bagian Kesra, termasuk kebutuhan teknis hingga tim juri. Seluruh pembiayaan juga sudah teranggarkan melalui mekanisme resmi.

“Kami pastikan sarana dan prasarananya lengkap. Juri akan menilai secara objektif agar menghasilkan peserta terbaik yang bisa menginspirasi grup lain,” tambahnya.

Ia berharap kegiatan seperti ini dapat menjadi ruang yang positif bagi anak muda di tengah pesatnya perkembangan zaman.

Imam Wihdan: Anak Muda Butuh Panggung untuk Berkarya dan Berdakwah

Anggota DPRD Kota Kediri dari Fraksi Golkar, Imam Wihdan Zarkasyi, yang menjadi penggagas festival ini, menyampaikan bahwa penyelenggaraan Festival Banjari berangkat dari aspirasi masyarakat, terutama kebutuhan ruang ekspresi bagi anak muda yang dekat dengan nilai-nilai Islam.

“Anak muda sebenarnya butuh panggung. Bukan sekadar hiburan, tetapi ruang untuk menumbuhkan iman,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa menyediakan ruang kreatif bagi pemuda adalah bagian dari ikhtiar menjaga mereka dari aktivitas negatif. Menurutnya, ketika energi besar anak muda diarahkan pada kegiatan seni salawat, maka secara otomatis akan ikut memperkuat akhlak dan kecintaan mereka pada dakwah.

“Seni tanpa adab hanya menjadi hiburan. Tetapi seni dengan adab bisa menjadi dakwah,” ucap Imam disambut tepuk tangan peserta.

Imam juga mengapresiasi Pemerintah Kota Kediri yang telah memfasilitasi gelaran festival. Ia mengajak seluruh peserta menjadikan momen ini bukan sekadar ajang adu vokal dan tabuhan, tetapi wadah memperindah hati melalui salawat.

Dalam penutupannya, Imam membacakan pantun dan secara resmi membuka Festival Banjari Kota Kediri.

Diharapkan Jadi Agenda Rutin

Festival Banjari ini rencananya berlangsung hingga sore hari, dengan puluhan grup tampil bergantian. Panitia menargetkan kegiatan ini bisa menjadi agenda tahunan yang memberikan kontribusi pada kehidupan religius dan budaya masyarakat Kota Kediri.

Gelaran ini sekaligus menjadi wujud sinergi antara pemerintah, legislatif, dan masyarakat untuk memperkuat identitas Kota Kediri sebagai kota yang religius.

No More Posts Available.

No more pages to load.