Eksploitasi Anak di Bawah Umur, Dua Muncikari Dibekuk Satreskrim Polresta Banyuwangi

oleh -
Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Arman Asmara Syarifudin memperlihatkan dua tersangka kasus prostitusi anak di bawah umur berikut barang bukti, kepada sejumlah wartawan di Mapolresta Banyuwangi, Rabu (13/5). (Foto: arahjatim.com/ful)

Banyuwangi, ArahJatim.com – Kasus perdagangan manusia atau human trafficking melibatkan anak di bawah umur berhasil diungkap oleh Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Banyuwangi. Dua orang pria dan wanita yang diduga sebagai muncikari berinisial DM (31) warga Kecamatan Purwoharjo, dan SG (51) warga Kecamatan Cluring diamankan dan langsung menjalani pemeriksaan.

Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Arman Asmara Syarifudin mengatakan, terbongkarnya kasus eksploitasi anak di bawah umur ini berawal dari laporan salah satu korban berinisial NL. Atas laporan tersebut petugas langsung bergerak cepat melakukan penyelidikan sekaligus menangkap kedua pelaku yang diduga sebagai muncikari di rumah masing-masing.

“Berawal dari laporan salah seorang korban ke kita. Petugas di lapangan langsung melakukan penyelidikan dan mengamankan kedua pelaku yang diduga sebagai muncikari,” terang Kombes Pol Arman Asmara Syarifudin kepada sejumlah wartawan termasuk Arahjatim.com, Rabu (13/5/2020).

Arman menambahkan, selain mengamankan kedua pelaku, petugas juga menyita sejumlah barang bukti berupa tiga buah handphone dan uang sebanyak 700 ribu rupiah yang diduga hasil transaksi dari para pria hidung belang.

“Ya kita juga amankan barang bukti tiga handphone milik kedua pelaku dan uang sebanyak 700 ribu rupiah,” tambah Arman.

Baca juga:

Sementara itu, dalam menjalankan praktik eksploitasi anak di bawah umur, kedua pelaku berbagi peran. DM pria bertato ini berperan mencari sejumlah korban yang rata-rata anak di bawah umur. Sedangkan SG yang diduga sebagai muncikari bertugas menawarkan para korban kepada pria-pria hidung belang. Perempuan yang sehari-hari dipanggil Mama ini, juga sekaligus melakukan transaksi di berbagai hotel di Banyuwangi.

“Kedua pelaku ini menjanjikan sejumlah uang kepada korban dengan syarat mau melayani hubungan seks dengan pria hidung belang di sebuah hotel. Tarifnya sebesar 700 ribu rupiah dan uangnya langsung dibayarkan kepada pelaku SG,” tegas Perwira asal Makasar ini.

Hingga saat ini kasus perdagangan manusia ini masih terus dikembangkan oleh petugas kepolisian. Dari hasil pemeriksaan sementara, kedua pelaku ini diduga merupakan pemain lama yang sering kali melakukan eksploitasi anak di bawah umur.

Atas perbuatannya, kedua pelaku dijerat pasal 83 Jo pasal 76F atau pasal 88 Jo pasal 76I UU RI No. 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan hukuman pidana penjara maksimal 15 tahun.

“Kita kenakan pasal tentang Perlindungan Anak, ancamannya maksimal 15 tahun penjara,” pungkasnya. (ful)