Sediakan Jasa “Enak-enak”, Seorang Mami di Surabaya Terancam 12 Bulan Penjara

oleh -

Surabaya, ArahJatim.com – Kedok jasa “enak-enak” menyediakan layanan berhubungan badan 2 cewek bersama 2 pria di room karaoke terbongkar. Diketahui, jasa “enak-enak” ini didalangi oleh Mami Lia.

Ada yang menarik saat terbongkarnya jasa prostitusi berkedok karaoke tersebut.

Saat polisi melakukan penggerebekan, Mami Lia pun berusaha menghalang-halangi aparat penegak hukum untuk masuk ke room karaoke yang dijadikan layanan jasa prostitusi.

Mami Lia memfasilitasi dua tamu pria untuk berhubungan badan dengan dua wanita pendamping tamu karaoke atau LC asuhannya di room karaoke.

Mami Lia pun ditangkap karena menghalang-halangi polisi masuk ke room karaoke tersebut.

“Saya hanya jaga pintu saja di room,” kata Mami Lia melalui video jarak jauh dari Rutan Kelas I-A Surabaya di Medaeng saat sidang agenda tuntutan, Rabu (1/4/2020).

Mami Lia mengaku tindakan berhubungan badan itu kemauan anak asuhnya dengan tamu prianya.

Ia membela diri dengan mengatakan, bahwa praktik semacam itu sebenarnya sudah dilarang manajemen karaoke.

Baca Juga :

Mami Lia menyatakan bahwa praktik itu hanya melibatkan dirinya, anak asuhnya dan pelanggan.

“Itu kemauan LC sendiri. Saya cuma antar tamu saja. Apalagi pas mereka (LC) butuh uang,” katanya.

Mami Lia sempat menyarankan pelanggan agar kalau ingin berhubungan badan dengan LC di luar jam kerja saja.

Mereka bisa berhubungan di hotel. Namun, pelanggan menolak. Mereka pun bertransaksi dan setelah sepakat akhirnya berhubungan badan dengan 2 cewek anak asuhnya.

“Tamu bilang nggak usah di hotel, di sini saja. Anak saya mau. Saya cuma dikasih seikhlasnya sama anak saya,” tandasnya.

Pada sidang tuntutan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) itu, Mami Lia dituntut kurungan penjara 12 bulan. JPU, Indira Koesuma Wardhani menyampaikan tuntutan tersebut kepada majelis hakim Pengadilan Negeri Surabaya.

Mami Lia yang memiliki nama asli Dwi Meliadani ini dinyatakan bersalah lantaran menyediakan jasa “enak-enak” di salah satu tempat karaoke di Surabaya.

“Menuntut supaya majelis hakim yang memeriksa dan mengadili perkara ini menyatakan terdakwa terbukti bersalah berbuat tindak pidana dengan sengaja memudahkan perbuatan cabul oleh orang lain dengan orang lain dan menjadikannya sebagai pekerjaan,” ucap JPU Indira.

Mami Lia dinyatakan jaksa terbukti memfasilitasi dua LC untuk berhubungan badan dengan pelanggannya di dalam room karaoke.

Sebagai seorang Mami, terdakwa bertugas mengkoordinir para LC untuk menemani para pelanggan bernyanyi. (fik)