Tim Cyber Polresta Banyuwangi Bongkar Praktik Prostitusi Online “Expo Banyuwangi”

oleh -

Banyuwangi, ArahJatim.com – Berbekal foto-foto seksi yang diposting di jejaring sosial media Twitter milik pribadinya, seorang perempuan asal Kecamatan Genteng, Banyuwangi, nekat menjajakan dirinya kepada pria hidung belang. Praktik prostitusi online tersebut berhasil terendus Tim Cyber Satreskrim Polresta Banyuwangi saat pelaku sedang menunggu pelanggannya di sebuah hotel di Banyuwangi.

Selain melayani para pria hidung belang untuk wilayah Banyuwangi, perempuan pemilik akun twitter @ovieexxxxxxx ini juga memberikan jasa layanan seks kepada pelanggannya di sejumlah daerah mulai dari Surabaya, Malang, Jember hingga Pulau Bali.

Dalam sekali kencan, perempuan berinisial NS berusia 28 tahun tersebut mematok tarif Rp 850 ribu hingga jutaan rupiah kepada setiap pelanggannya untuk layanan semalam suntuk.

Dari pengakuan tersangka, praktik prostitusi online ini sudah dijalaninya sejak tiga bulan terakhir karena terdesak masalah ekonomi. Untuk menarik minat pelanggannya, pelaku kerap memposting foto-foto seksi dirinya di akun twitter yang disertai nomor kontak pribadi untuk tawar-menawar tarif kencan.

Pelaku juga selalu menggunakan kata sandi “expo” dalam setiap postingannya yang menjelaskan bahwa dirinya sedang berada di sebuah kota tertentu agar memudahkan pelanggannya yang ada di kota tersebut melakukan pemesanan layanan seks. Misalnya saja Expo Banyuwangi maupu Expo Bali yang artinya saat itu tersangka sedang open order di wilayah Banyuwangi atau Bali.

“Dalam sekali kencan, pelaku mematok tarif bervariasi. Untuk short time, pelaku mematok tarif Rp 850 ribu, sementara untuk semalam, pelaku mematok tarif hingga jutaan rupiah sesuai hasil nego dengan pelanggan,” ungkap Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol Arman Asmara Syarifuddin, Sabtu (21/3/2020).

Kapolresta menambahkan, pelaku ditangkap di sebuah hotel di Banyuwangi saat menunggu pelanggannya setelah sebelumnya petugas melalukan patroli cyber. Polisi juga mengamankan barang bukti berupa screen shoot Twitter pelaku, baju, alat kontrasepsi (kondom), handphone dan sejumlah uang tunai yang diduga kuat merupakan hasil transaksi layanan seks.

“Atas perbuatannya, tersangka  dijerat dengan UU Republik Indonesia Nomor 19 tahun 2016 tentang ITE juncto pasal 29 UU nomor 44 tahun 2008 tentang pornografi dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara,” pungkas Kapolresta yang sukses membongkar kasus prostitusi online artis Vannesa Angel tersebut. (ful)