Residivis Pembobol ATM asal Tangsel Banten Dibekuk Polisi di Banyuwangi

oleh -

Banyuwangi, ArahJatim.com – Tim Buser Satreskrim Polresta Banyuwangi meringkus pelaku pembobolan Anjungan Tunai Mandiri (ATM) yang sudah beraksi di sejumlah TKP, Sabtu (22/3/2020). Pelaku adalah Susilo Hadi Hermansyah, warga Kompleks Puri Serpong, Kabupaten Tangerang Selatan, Banten.

Pelaku yang selalu menggunakan modus mengganjal tempat keluar masuknya kartu ATM ternyata seorang residivis. Ia sudah empat kali keluar masuk penjara dalam kasus yang sama. Pelaku ditangkap saat sedang beraksi di sebuah mesin ATM di Jalan S. Parman, Kelurahan Sobo, Banyuwangi.

Sebelum menguras uang korban, pelaku terlebih dahulu masuk ke bilik pengambilan uang untuk mengganjal tempat keluar masuknya kartu ATM dengan sebuah plat berbahan plastik berukuran 2 centimeter. Dengan harapan, saat ada orang yang memasukkan kartu ATM, kartu tersebut tidak bisa keluar.

Pelaku yang menunggu di sekitar mesin ATM kemudian berpura-pura melakukan pertolongan. Dengan dalih ingin membantu, pelaku meminta calon korbannya untuk menyebutkan pin ATM. Setelah berhasil mendapatkan nomor PIN, tanpa sepengetahuan korban, pelaku lalu menukar kartu ATM korban dengan kartu ATM lain yang sudah disiapkan.

“Karena aksi ini dilakukan secara cepat, korbannya pun tidak menyadari bahwa kartu ATM-nya telah ditukar. Padahal ATM korban masih berada di dalam mesin ATM. Setelah berhasil memperdayai korbannya, pelaku dengan mudah menguras uang setelah korbannya pergi. Dari tangan pelaku, kami berhasil mengamankan barang bukti sejumlah kartu ATM dari berbagai bank dan sebuah plat kecil yang digunakan pelaku untuk mengganjal mesin ATM,” ungkap Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol Arman Asmara Syarifuddin didampingi Kasat Reskrim AKP Solikin Ferry.

Dari keseluruhan aksi kejahatan yang dilakukan, pelaku berhasil menguras uang hingga ratusan juta rupiah. Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan pasal 363 juncto pasal 53 KUHP tentang tindak pidana pencurian dengan ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara.

“Kartu ATM ini saya peroleh dari milik korban yang tersangkut. Itu memang sengaja saya kumpulkan agar saat saya bertemu korban dengan kartu ATM bank manapun saya siap untuk menukarnya,” jelas pengakuan Susilo Hadi Hermansyah di hadapan Kapolresta. (ful)