Dua Pegawai Kemenag Bangkalan Berstatus ODP Sepulang dari Kediri

oleh -

Bangkalan, ArahJatim.com – Acara Tenaga Kesehatan Haji Indonesia (TKHI) di Kediri yang diikuti oleh dua pegawai Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bangkalan berimbas pada status Orang Dalam Pemantauan (ODP) bagi kedua orang tersebut.

Keduanya merupakan bagian dari enam peserta TKHI, yang salah satunya Dokter Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Syarifah Ambami Rato Ebu (Syamrabu) Bangkalan yang dinyatakan positif terpapar virus Corona (Covid-19) melalui rapid test.

Hal itu disampaikan Kepala Kemenag Kabupaten Bangkalan Abd Haris. Menurutnya, dua hari setelah pelaksanaan diketahui salah satu petugas TKHI Jawa Timur, ada yang terpapar Covid-19, sehingga yang mengikuti pelatihan segera memeriksakan diri dan mengisolasi mandiri.

“Kemarin tanggal 29 Maret 2020 dilakukan rapid test oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) pada keenamnya. Satu diantaranya dinyatakan positif sedangkan lima sisanya menunjukkan hasil yang negatif,” terang Haris.

Dua pegawai Kemenag Kabupaten Bangkalan yang berstatus ODP itu salah satunya adalah staf di kantor Kemenag sementara satunya lagi menjabat sebagai kepala salah satu Kantor Urusan Agama (KUA) di Bangkalan.

Haris menegaskan bahwa hasil rapid test tidak bisa dijadikan acuan dalam dugaan terpapar Covid-19. Hasil rapid test tersebut harus divalidkan dengan melakukan swab test tenggorokan.

“Rapid test itu kevalidannya kan di bawah 50 persen maka harus dilakukan swab tenggorokan untuk memastikan. Kita sedang menunggu hasilnya, ada yang bilang hari ini ada yang bilang besok. Tetapi sampai sekarang belum dapat informasi itu,” tegasnya.

Dirinya mendorong staf di kantornya untuk berhati-hati serta sudah melakukan kerja sama dengan Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kabupaten Bangkalan untuk dilakukan penyemprotan di Kantor Kemenag.

“Semuanya sekarang sedang melakukan isolasi mandiri. Alhamdulillah kondisinya sehat. Jangankan yang negatif, yang positif saja gak ada gejala sehingga keluyuran kemana-mana sampai kemarin Bupati marah, kalau sudah orang berpendidikan seperti itu kok bisa gak paham,” tutup Haris.

(fat/rid/fik)