Kreatif, Polisi di Banyuwangi Buat Masker Dari Tisu Dan Karet Gelang

oleh -
Polisi saat mensimulasikan pembuatan masker

Banyuwangi, ArahJatim.com – Di tengah merebaknya virus corona seperti saat ini, masker menjadi barang yang sangat dibutuhkan masyarakat sebagai alat pelindung untuk mencegah penyebaran virus corona. Namun saat ini keberadaan masker sangatlah langka. Kalau pun tersedia, harganya sangat mahal.

Akibat langkanya masker, membuat polisi di Banyuwangi ini membagikan ide kreatifnya membuat masker sederhana yang bisa dilakukan secara mandiri oleh masyarakat. Melalui video tutorial yang diunggah ke media sosial, polisi bernama AKP Mas Arjaka ini memperagakan cara membuat masker secara mandiri di rumah kepada masyarakat.

Di video tutorial ini, polisi yang menjabat sebagai Wakil Kepala Satuan Polisi Air Polresta Banyuwangi ini menunjukkan cara membuat masker dengan bahan-bahan yang mudah didapat. Seperti tisu wajah, tisu dapur, tisu basah, double tape (selotip bolak-balik), staples hingga karet gelang.

Ketiga jenis tisu tersebut bisa dibuat menjadi masker yang diharapkan bisa dijadikan pengganti masker medis yang saat ini susah didapat. Untuk membuat masker dari tisu wajah, polisi dengan pangkat tiga balok di pundak ini menjelaskan, masyarakat hanya perlu menyiapkan double tape agar tisu bisa ditempelkan di wajah dan menutupi mulut  hingga hidung.

Sementara bila menggunakan tisu dapur yang teksturnya lebih kaku, sebagai pengait di telinga masyarakat bisa menggunakan karet gelang yang telah distaples di tepi tisu. Sedangkan, bila bahannya adalah tisu basah, masyarakat cukup menggunting tepi tisu hingga menjadi berlubang agar bisa dikaitkan di telinga penggunanya.

“Yang lebih awet ini tisu dapur karena bentuknya lebih kaku. Tapi saya ingatkan masker tisu ini hanya digunakan (untuk) sekali pakai, dan harus seringkali diganti,” kata AKP Mas Arjaka.

Meskipun masker tisu ini belum teruji secara medis, setidaknya video tutorial ini bisa dijadikan panduan oleh masyarakat untuk membuat sendiri masker di tengah langkanya ketersediaan masker di pasaran. Dengan demikian masyarakat tetap dapat melindungi bagian mulut dan hidungnya dengan masker saat bepergian keluar rumah. Sehingga mengurangi risiko terpapar atau menularkan virus corona, yang hingga kini belum ditemukan obatnya.

“Bagi kita yang tidak sakit, kurangi membeli masker medis karena di saat seperti ini masker medis sangatlah langka, kalaupun ada lebih baik diprioritaskan bagi tenaga medis yang berjuang hidup dan mati untuk menangani pasien virus corona. Sesuai arahan dari WHO, bagi semua masyarakat yang keluar rumah saat ini memang harus pakai masker sebagai langkah pencegahan. Nah, mudah-mudahan tutorial membuat masker dari tisu ini bisa membantu masyarakat untuk membuat masker secara mandiri di rumah masing-masing,” pungkas Wakasat Pol Air Polresta Banyuwangi ini. (ful)