Dispertan Kabupaten Sampang Canangkan Program Ketahanan Pangan

oleh -

Sampang, ArahJatim.com – Demi meningkatkan produktifitas pertanian di Sampang, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Sampang mencanagkan program penguatan kelembagaan penyuluh pertanian.

Pencanangan program penguatan kelembagaan penyuluh pertanian tersebut menurut Widje, kabid Penyuluh Dispertan dan ketahanan Pangan Sampang, nantinya akan memberikan informasi kepada masyarakat lewat pengenalan sistem Informasi pertanian cepat (Simfortan).

“Dengan sistem informasi pertanian cepat tersebut setiap penyuluh harus memberikan laporan yang disertai dokumentasi kepada dinas via WhatsApp,” katanya, Selasa (6/4/2021).

Selanjutnya ia menjelaskan bahwa setiap hari harus ada laporan dan dokumentasi baik itu di lapangan maupun di dalam kantor, sehingga kegiatan setiap harinya bisa terpantau oleh dinas untuk mengoreksi kekurangan yang harus dibenahi.

Selain laporan, kata Widje, penyuluh juga harus membuat administrasi kelompok dalam bentuk bank data yang sewaktu-waktu dibutuhkan mendadak oleh dinas.

“Jadi, tujuannya untuk memperoleh informasi yang lebih cepat mulai dari kalangan bawah hingga langsung ke dinas. Dan setiap bulannya nanti ada rapat bersama di kabupaten untuk memberikan informasi serta evaluasi selama kerja,” jelasnya.

Lebih lanjut Widje memaparkan, untuk Kota Bahari ini masih kekurangan penyuluh, maka pihaknya membentuk penyuluh swadaya yang berasal dari para petani yang sudah maju kemudian direkrut menjadi penyuluh untuk dilakukan pembinaan.

Fungsinya adalah untuk membantu penyuluh pertanian yang ada di kecamatan, dikarenakan penyuluh yang ada sekarang ini hanya 81 orang.

“Nah, karena ada kekurangan itu maka kita bentuk penyuluh swadaya yang terdiri dari para petani yang sudah sukses menjalankan roda pertaniannya dan kita ajak bergabung untuk memberikan penyuluhan di desa masing-masing,” simpulnya.

Selain penyuluh swadaya, pihaknya juga akan membentuk penyuluh petani dari kaum milenial dimulai dari usia 17 hingga 30 tahun. Tujuannya untuk mempercepat dalam memberikan informasi yang ada di masing-masing desa.

“Kami merekrut petani milenial se Kabupaten Sampang dan masing-masing kecamatan mengirimkan 5 orang petani milenial untuk bergabung di kabupaten untuk lebih cepat dalam memberikan informasi karena kaum milenial dirasa lebih giat dan semangat dalam menjalankan program ini,” tandasnya. (mal)