Tulungagung, ArahJatim.com – Setelah beberapa tahun tertunda, tahun ini kembali Tulungagung mengirimkan calon jamaah haji ke tanah suci. Tertundanya proses ibadah bagi umat muslimin, karena adanaya pandemi COVID-19, yang secara global telah menimpa seluruh Dunia.
Untuk tahun ini Tulungagung ternyata masih diberi kesempatan untuk mengirimkan, walau dalam kondisi yang terbatas jumlahnya. Tahun 2022, jumlah calon jamaah haji yang dipastikan berangkat ada sejumlah 402 jamaah, itupun melalui persyaratan yang sangat ketat.
Adapun yang menjadi syarat utama, antara lain tingkat kesehatan calon jamaah, dan usia yang sudah ditentukan pemerintah, berdasar ketentuan dari pemerintah Arab Saudi, yang harus dipatuhi.
Terkait dengan diberangkatkanya 402 calon jamaah, pihak pemerintah kabupaten Tulungagung, melalui Dinas Kesehatan, telah menyertakan dua tenaga medisnya, ( TKHI ) Tenaga kesehatan Haji Indonesia, untuk mengawal jamaah dari Tulungagung.
Dua petugas itu terdiri dari satu dokter, dan satu perawat.
Kepala Dinas Kesehatan Tulungagung melalui, Kabid P2P Didik Eka SP, membenarkan pengiriman timnya untuk mendampingi jamaah dari Kabupaten Tulungagung musim haji 2022 ini.
” Jadi benar, untuk tahun ini ada dua tim kami, yang ikut mengawal jamaah, mulai start Tulung dan kembali ke Tulungagung nantinya . Adapun yang kami kirim, berdasarkan hasil ferifikasi pusat, masing masing yang lolos adalah dokter Aries Setiawan dan perawatnya atas nama Anik W.Satriani, dari puskesmas Tulungagung.
Adapun TKHI itu juga bertanggung jawap tentang syarat syarat kesehatan jamaah, mulai dari faksin miningitis, yang merupakan syarat mutlak, bagi jamaah, usia, tidak hamil, dan faksin terkait covid-19, sampai pada VCR jamah harus clear.”, ungkap Didik Eka.
Ketika ditanyakan apakah ada persyaratan khusus bagi TKHI agar bisa terpilih, Didik menjelaskan, proses itu bukan karena penunjukan, tetapi ada syarat syarat khusus secara prosedural yang harus dilakukan , bagi tenaga medis yang bisa mendampingi jamaah.
” Proseduralnya panjang, hal itu dimulai dengan dibukanya pendaftaran via online, dan itu ditentukan oleh pusat. Selanjutnya dilakukan serangkaian penyaringan, melalui tes tes yang harus dikerjakan, dan waktunya ini sudah cukup lama dari pemberangkatan yang sebenarnya. Jadi tidak benar, kalau yang bisa berangkat itu karena di pilih pimpinan, “ujarnya.
Seperti diketahui untuk tahun ini, 2022, Tulungagung hanya mendapatkan jatah satu kloter, untuk para jamaah CH, dengan begitu tenaga kesehatanaya hanya dapat jatah dua orang, yang siap melayani jamaah setiap saat, baik ketikanakan berangkat, sampai kembali ke Tulungagung lagi. (dni)










