Bupati Pamekasan: Pemberian Sanksi adalah Pilihan Terakhir dalam Mengedukasi Masyarakat

oleh -

Pamekasan, ArahJatim.com – Pemberian sanksi adalah pilihan terakhir pemerintah dalam upaya mengedukasi masyarakat tentang pentingnya mematuhi protokol kesehatan guna menekan laju penyebaran virus covid-19.

Hal itu disampaikan Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam saat memimpin apel bersama Kesiapan Operasi Yustisi 2020, di area Monumen Arek Lancor Pamekasan, Kamis (17/9/2020).

“Tadi malam bersama Forkopimda dan masyarakat di Kabupaten Pamekasan, kita telah menyaksikan secara langsung tentang peluncuran mobil untuk memburu masyarakat yang tidak disiplin. Pemberian sanksi sebagaimana diatur dalam Perbup menjadi pilihan terakhir pemerintah dalam memberikan edukasi terhadap masyarakat tentang pentingnya menaati protokol kesehatan Covid-19,” ujarnya.

Bupati Pamekasan juga menyampaikan rasa syukurnya, atas komitmen Forkopimda dan pejabat di lingkungan Pemkab Pamekasan dalam melaksanakan Inpres Nomor 6 tahun 2020 dan Perbup Nomor 50 Tahun 2020 tentang penegakan disiplin protokol kesehatan Covid-19 di Pamekasan.

“Kita menginginkan kabupaten ini melaksanakan protokol Covid. Kita menginginkan kabupaten ini bebas dari Covid, sehingga edukasi yang kita lakukan dan tindakan kuratif yang kita lakukan orientasinya untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat. Semoga usaha yang kita lakukan bersama ini bisa mendapat pertolongan dari Allah dan didukung oleh seluruh elemen masyarakat Kabupaten Pamekasan,” harap Baddrut.

Apel Operasi Yustisi ini dilaksanakan sebagai upaya pemerintah dalam melakukan pembinaan patroli dan penegakan hukum bagi pelanggar protokol kesehatan.

Apel bersama ini diikuti antara lain oleh: Perwira Pejabat Utama Polres, personel Pom TNI, personel Kodim 0826 Pamekasan, personel Kompi 1 Siaga dan personel Polwan, personel Satpol PP serta personel Dishubkominfo. (adv/ndra)