Bawaslu Akan Selidiki Dugaan Maraknya Praktik Money Politics

oleh -
oleh

Blitar, ArahJatim.com – Beredar video seorang pria yang diamankan warga di Kecamatan Talun lantaran membagi-bagikan uang dugaan money politics untuk memilih salah satu pasangan calon Bupati Blitar.

Dalam video yang ramai beredar di grup WhatsApp, pria tersebut mengaku hendak memberikan uang sebesar Rp 50 ribu kepada 10 orang untuk memilih salah satu Paslon Bupati.

“Saya minta maaf kepada masyarakat Dusun Bendorejo, Desa Bendosewu karena telah melakukan kesalahan membagikan uang senilai 50 ribu untuk memilih Paslon tertentu. Awalnya saya dipanggil oleh seseorang bernama Kholis dan dia datang ke rumah untuk memberi saya uang sebesar 500 ribu untuk dibagi-bagikan,” ujar pria yang mengaku bernama Suhandik tersebut.

pasang iklan_rev3

Sementara Suwito Saren Satoto, Ketua Tim Pemenangan Paslon nomor urut 01 Rijanto-Marhaenis mengatakan, Informasi tersebut telah disikapi dengan melakukan penelusuran untuk segera dilaporkan ke Bawaslu Kabupaten Blitar.

Kata Wito menambahkan, selain di Talun juga ditemukan dugaan money politics di Kecamatan Ponggok. Di Ponggok pelaku justru tertangkap tangan melakukan penyebaran uang.

Bukti lapangan di Kecamatan Ponggok dengan sengaja pelaku menyebarkan amplop berisi uang Rp 20 ribuan. Amplop tersebut berjumlah 84 buah dan baru disebar sebanyak 6 buah sebelum akhirnya ditangkap oleh warga setempat.

“Informasi itu memang sudah ada dan kita menyikapi itu dengan mendalami dan nanti akan segera kita laporkan ke Bawaslu,” kata Wito usai menggelar pelantikan Satgas Anti Politik Uang PDI Perjuangan, Senin (7/12/2020).

Sementara Ketua Bawaslu Kabupaten Blitar, Hakam Sholahudin mengakui pihaknya mendapatkan tiga potongan video pengakuan seseorang yang diduga melakukan praktik money politics dengan membagikan uang sebesar Rp 50 ribu. Namun pihaknya baru sebatas menerima potongan video dan belum mendapatkan laporan resmi baik dari Bawaslu Kabupaten maupun Panwascam Talun.

“Kami tanyakan ke Panwascam Talun ternyata belum ada laporan. Karena belum ada laporan potongan video itu akan kami jadikan sebagai informasi awal dan akan kami telusuri soal video itu. Akan kami plenokan di Bawaslu dan kami telusuri. Kalau benar tentu akan jadi temuan,” kata Hakam. (mua)

No More Posts Available.

No more pages to load.