“Bukan hanya asupan gizi baik, di usia ini juga sangat tepat untuk ditanamkan nilai-nilai yang baik pada anak seperti kasih sayang, empati, sopan santun, tolong menolong sebagai bekal pribadi yang berkualitas kelak. Karena generasi ke depan yang kita butuhkan tidak hanya fisik yang sehat, namun juga mereka yang berakhlak baik,” pesan Ipuk.
Untuk itu, dalam workshop tersebut ibu-ibu juga diajak mengasah spiritualnya yang diharapkan juga mampu menstimulus perkembangan janin. Workshop tersebut mengundang Ustaz Ghofar, Rais Syuriah PCNU Banyuwangi, selain juga menghadirkan dokter spesialis kandungan dr. Slamet Widodo.
“Spiritual yang baik akan mendatangkan ketenangan jiwa. Banyak penelitian menunjukkan, bahwa rutinitas spiritual yang dilakukan ibu hamil sangat berpengaruh positif pada janin. Hadirnya Ustaz Ghofar ini akan membuka wawasan kita akan keterkaitan antara spiritual dengan perkembangan janin,” kata Dani.

Sementara itu pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi Suratno mengatakan pelatihan tersebut diikuti peserta 320 ibu hamil dari seluruh wilayah Banyuwangi. Ini, lanjut Suratno, adalah bagian dari upaya menciptakan generasi unggul daerah sejak dini.
“Seminar ini menjadi bagian kegiatan Dinas Pendidikan. Karena urusan pendidikan tidak hanya di bangku sekolah saja tapi juga menjangkau banyak hal salah satunya pendidikan bagi ibu hamil,” kata Suratno.
Seminar tersebut ditutup dengan senam ibu hamil untuk memperlancar proses kelahiran yang dipandu oleh instruktur, sehingga mereka bisa mempraktekannya di rumah.
“Harapan kami, ibu-ibu hamil yang hadir mewakili kecamatan ini akan menularkan ilmunya kepada lingkungan sekitar, sehingga pendidikan pranatal ini urgensinya makin banyak dipahami para ibu-ibu yang lain,” pungkas Suratno.(adv.hmsbwi/ful)










