Percepatan JLS, Bupati Anas: Perlu Kolaborasi dan Pengendalian Ruang Bersama

oleh -
https://live.staticflickr.com/65535/49642924053_411c479f58_b.jpg

Surabaya, ArahJatim.com – Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas merespons gembira percepatan pengembangan jalan pantai selatan Jawa atau yang biasa dikenal dengan sebutan Jalur Lintas Selatan (JLS) Jawa Timur. Hal itu seiring diterbitkannya Peraturan Presiden Nomor 80/2019 tentang Percepatan Pembangunan Ekonomi di Kawasan Gresik-Bangkalan-Mojokerto-Surabaya-Sidoarjo-Lamongan, Kawasan Bromo-Tengger-Semeru, serta Kawasan Selingkar Wilis dan Lintas Selatan.

”Saya kira ini kabar gembira yang ditunggu banyak orang, termasuk masyarakat Banyuwangi, karena dampaknya akan sangat signifikan dalam mendorong ekonomi lokal,” ujar Bupati Anas dalam diskusi ”Pengembangan Kawasan Selatan Jatim” yang digelar PWI Jatim, Harian Kompas, dan Kadin Jatim di Surabaya, Selasa (10/3/2020).

Anas menjadi pembicara bersama Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Ketua Kadin Jatim Adik Dwi Putranto, dan pengamat ekonomi kawasan Hadi Prasetyo.

Selama ini, pembangunan JLS belum tuntas semuanya, termasuk di Banyuwangi. Padahal, akses JLS bisa menjadi stimulus ekonomi baru bagi Pacitan, Trenggalek, Tulungagung, Blitar, Malang, Lumajang, Jember, dan Banyuwangi.

Anas mengatakan, penyelesaian JLS bakal mengurangi disparitas antara wilayah selatan dan utara. Selama ini kesejahteraan warga di wilayah selatan Jatim selalu lebih rendah dibanding kawasan utara. Pendapatan per kapita dua kawasan itu timpang. Pusat ekonomi dengan infrastruktur memadai dan SDM unggul memusat di utara dengan Surabaya sebagai episentrumnya.

”Nah, dengan JLS menjadi salah satu jalan mengoreksi disparitas spasial tersebut. Presiden Jokowi sudah meneken Perpres-nya, dan Gubernur Jatim Bu Khofifah juga telah bergerak sangat cepat roadshow ke berbagai kementerian untuk merealisasikannya. Bahkan, Bu Khofifah sudah turun ke sejumlah lot JLS,” ujar Anas.