Pamekasan, ArahJatim.com – Kalapas Kelas IIA Pamekasan, Madura, Jawa Timur melaunching Sarana Asimilasi dan Edukasi, dengan nama “Nato Farm Camp” pada hari Selasa (17/03/2020) siang yang berlokasi di belakang Kantor Lapas Kelas 2 A Pamekasan.
Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Jawa Timur, Krismono, sangat mengapresiasi program inovasi yang dicetuskan Lapas kelas II A Pamekasan, dalam hal ini pihaknya menilai adanya Sarana Asimilasi tersebut merupakan terobosan baru yang sangat luar biasa.
“Tempat Asimalisi ini adalah pembinaan lanjutan yang dilakukan di luar lembaga pemasyarakatan yang standar pengamanannya sudah minimum security,” kata Krismono.
Para keluarga warga binaan yang hendak berkunjung ke tempat ini, nantinya juga bisa menginap. Hal itu bisa terwujud apabila kondisi tempatnya memungkinkan.
“Kalau tidak memungkinkan ya tidak bisa juga dilakukan karena tempatnya ini juga masih sangat terbatas sekali dan butuh proses,” ujarnya.
Baca Juga :
- Badai Corona Memaksa Iran Membangun Kuburan MassalÂ
- Warga Binaan Gelar Istighosah dan Bersih-Bersih Lapas Banyuwangi, Upaya Cegah Virus CoronaÂ
- Hapus Sementara Jam Besuk, Lapas Blitar Sediakan Fasilitas Video Call
Selain itu, Krismono mengungkapkan, di tempat Sarana Asimilasi ini juga disediakan camp untuk para warga binaan, warga binaan bisa bermalam di camp tersebut dengan pengawasan petugas lapas yang sangat minim sekali.
“Dengan adanya tempat ini, tujuan kami, para warga binaan bisa menyatu dengan masyarakat setempat sebelum bebas,” harapnya.
“Mereka di sini juga tidak hanya beternak dan bertani saja, melainkan mereka juga akan bersosialisasi langsung dengan masyarakat sekitar seperti warga biasanya,” sambungnya.
Dia juga mengungkapkan syarat dan ketentuan khusus bagi warga binaan yang bisa tinggal di tempat sarana asimilasi ini di antaranya harus berkelakuan baik dan sudah menjalani hukuman 2/3 dari masa pidananya.
Kalapas juga menjelaskan serta mengajak awak media kedalam lokasi Sarana Asimilasi dan Edukasi ini yang terdapat berbagai macam usaha, mulai dari beternak kambing, sapi, lele, ayam dan bertani padi.
“Terobosan seperti ini agar para mantan Napi ini bisa berbaur dengan masyarakat dan untuk melepas pemikiran negatif terhadap mantan napi”, imbuhnya.
“Karena mantan napi juga manusia biasa, jadi seyogyanya kita juga memanusiakan mereka seperti semestinya”, pungkasnya. (Ndra)










