Pemerataan Aksebilitas Dan Kualitas Insfrastruktur Menjadi Prioritas Pembangunan Kediri 2021

oleh -

Kediri, ArahJatim.com – Meningkatkan Daya Saing Perekonomian Daerah Didukung oleh Pembangunan Infrastruktur dan Sumber Daya Manusia menjadi tema Musyawarah Perencanaan Pembangunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (Musrenbang RKPD) tahun 2021. Musrembang RKPD telah melalui proses dari Musrenbang Desa, Kecamatan, Kabupaten, Provinsi hingga pusat.

Bupati Kediri dr. Hj. Haryanti Sutrisno mengatakan bahwa prioritas pembangunan Kabupaten Kediri tahun 2021 yaitu pemerataan aksebilitas dan kualitas insfrastruktur pendukung perekonomian yang berdaya saing dengan memperhatikan lingkungan hidup dan kerentanan bencana.

Kemudian pembangunan ekonomi melalui penguatan sarana prasarana pendukung agribisnis, industri, perdagangan, pariwisata dan investasi. Selanjutnya peningkatan kualitas pelayanan dasar dengan didukung oleh penguatan penyelenggaraan pemerintahan yang profesional.

Hal itu disampaikan bupati saat membuka acara Musyawarah Perencanaan Pembangunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (Musrenbang RKPD) tahun 2021 di Gedung Convention Hall Simpang Lima Gumul, Rabu (11/3/20).

“Selain itu yang menjadi prioritas adalah stabilitas politik, ketentraman dan ketertiban dengan memperkuat moderasi beragama dan pelestarian nilai-nilai budaya lokal,” tambah Bupati.

Kepala Bappeda Kabuapten Kediri Sukadi, SE, MM. menyampaikan, indeks pembangunan manusia di Kabupaten Kediri selama 3 tahun terakhir mengalami peningkatan, dari semula 70,47% di tahun 2017, meningkat menjadi 71,07% pada tahun 2018, kemudian pada tahun 2019 menjadi 71,85%.

Dari segi pertumbuhan ekonomi mengalami kondisi yang fluktuatif. Secara garis besar pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kediri masih diatas rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,03.

Berdasarkan data dari BPS (Badan Pusat Statistik) Provinsi Jawa Timur, jumlah penduduk miskin di Kabupaten Kediri mengalami penurunan dari 191 ribu jiwa pada tahun 2017 menjadi sebesar 177 ribu jiwa di tahun 2018 dan tahun 2019 menjadi 163 ribu jiwa atau 10,42%. Ada perubahan sebesar 0,89% dibanding tahun 2018.

Baca Juga :

Begitu juga dari tingkat pengangguran juga menunjukankan tren positif. Melalui program kegiatan job fair mampu menurunkan angka pengangguran mencapai 3,68% pada tahun 2019 bila dibandingkan tahun 2018 yaitu 4,25%.

Peningkatan kapasitas kelembagaan, pemeliharaan insfrastruktur irigasi dan peningkatan produktifitas pertanian melalui program IPDMI. Pembangunan RSUD Simpang Lima Gumul, rehab puskesmas dan pustu, dimana pada tahun 2019 telah merehab sebanyak 11 puskesmas dan pustu.

Pembangunan RPH (Rumah Pemotongan Hewan) dalam rangka meningkatkan ketersediaan dan akses pangan masyarakat, revitalisasi pasar Tiron dan Bendo, pemanfaatan Galeri Sentra Industri Kreatif (SIK) Papar sebagai pusat oleh-oleh dan edukasi, dan pembangunan RTH (Ruang Terbuka Hijau) yaitu RTH Papar dan Totok Kerot. (Kominfo)