Di Bumi Kediri Muncul Deklarasi Kembali Ke Jatidiri Bangsa Indonesia

oleh -
oleh

Kediri, ArahJatim.com – Sekitar tiga puluhan lembaga dan komunitas mendeklarasikan sikap “Kembali Ke Jatidiri Bangsa Indonesia Manungalnya Keimanan Dan Kemanusiaan, Manunggalya Kesadaran Berbangsa dan Kesadaran Bernegara” di depan perwakilan pemerintah Kabupaten Kediri, perwakilan DPRD, pejuang Veteran ratusan pelajar dan masyarakat umum

Deklarasi ini dilakukan di bumi Kediri tepatnya di rumah masa kecil Presiden Soekarno Ds. Pojok Kec. Wates Kabupaten Kediri. Agenda ini diambil dipenghujung prosesi upacara pengibaran bendera sang merah putih dalam rangka mensyukuri Hari Berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesian.

 “Sungguh ajaib, jujur kami tidak menyangka buanyak sekali yang maju kedepan ikut Deklarasi di bumi Kediri, yang orang tua dulu menyebut bumi kawitan. Ini tentu atas Berkat Rohmat Allah dan alam semerta mendukung,” aku Kushartono Ketua Harian Situs Ndalem Pojok Persada Sukarno. Sabtu (19/08/2023)

pasang iklan_rev3

Inti dari Deklarasi Kembali Ke Jatidiri Bangsa Indonesia ini adalah penguatan keyakinan dan ungkapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa dan bersyukur atas nikmat kemerdekaan bangsa Indonesia tanggal 17 Agustus 1945 dan bersyukur atas Berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia tanggal 18 Agustus 1945.

“Deklarasi ini adalah ungkapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas nikmat kemerdekaan dan berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sekaligus untuk menguatkan keyakinan agar kita terus berpegang teguh pada jati diri bangsa yaitu manungalnya keimanan dan kemanusiaan, manunggalya kesadaran berbangsa dan kesadaran bernegara,” tambah Juwaini pembaca teks deklarasi.

Sebagai bangsa dan negara yang berPancasila keimanan dan kemanusiaan ini harus terus dikukuhkan, kesadaran berbangsa dan kesadaran bernegara harus terus ditumbuhkan. Agar bangsa dan negara kuat dalam menghadapi segala tantangan zaman

“Jati diri bangsa Indonesia ini adalah pondasi dan kunci untuk menghadapi era globalisasi, digitalisasi, modernisasi dan era apapun. Agar anak-anak bangsa Indonesia tetap maju, kreatif, modern tetapi tetap berkarakter Indonesia. Untuk itulah jatidiri bangsa ini perlu kita deklarasikan sebagai ungkap syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa agar jatidiri bangsa ini terus kuat dan lestari,” papar anggota Dewan Kesenian Kabupaten Kediri ini.

Jajaran pemerintah Kabupaten Kediri, Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten Kediri, para veteran, generasi muda, anak-anak sekolah dan masyarakat turut menjadi saksi deklarasi ini.

“Hadir menjadi saksi pada mendeklarasikan Kembali Ke Jatidiri Bangsa Indonesia Manungalnya Keimanan dan Kemanusiaan, Manunggalya Kesadaran Berbangsa dan Kesadaran Bernegara ada staf Ahli Bupati Kediri yang hadir mewakili Bupati Mas Bup, Ketua DPRD, Bekesbangpol dan para veteran Kebupaten Kediri,” aku Lukti Sudiarto Sekretaris panitia.

Upacara pengibaran bendera sang merah putih dalam rangka mensyukuri Hari Berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia di Situs Ndalem Pojok Persada Sukarno Kediri berlangsung meriah, diawali dengan pagelaran tari kolosal, teater, santunan anak yatim, tali asih para veteran, kemudian dilanjutkan dengan ujuban dan selamatan Berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia.*

No More Posts Available.

No more pages to load.