Kediri, ArahJatim.com – Peletakan batu pertama pembangunan Pesantren Jatidiri Bangsa Indonesia Merajut Perdamaian Nusantara di Situs Bung Karno Ndalem Pojok Ds. Pojok Kec. Wates Kab. Kediri yang dihadiri oleh para tokoh lintas agama, tokoh masyarakat, budayawan, ormas dan ribuan masyarakat juga dihadiri oleh Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Laksamana Muda Julius Widjojono, C.H.R.M.P. yang hadir mewakili Panglima TNI. Kamis, 06 Juli 2023 kemarin.
Kepala Penerangan TNI dalam sambutannya menyampaikan terima kasih dan menyambut gembira pembangunan pusat pendidikan jatidiri bangsa Indonesia dan menyampaikan kekagumannya.
“Kalau saya punya jempol sepuluh maka jempol saya akan saya berikan semuanya. Ini luar biasa sekali dan bukan faktor kebetulan. Ini adalah rekayasa semesta bagaimana semesta akan membamgkitkan kembali kejayaan Nusantara,” ujar Laksamana Muda Julius Widjojono yang langsung disambut tepuk tangan gembira.
Kapuspen juga menyampaikan juga menyampaikan permohonan maaf Bapak Panglima tidak bisa hadir secara langsung.
“Mohon izin saya mewakili Panglima TNI yang seyogyanya akan hadir, karena baliau saat ini sedang berada di Papua bersama Bapak Presiden Republik Indonesia,” katanya.
Namun disampaikan pesan Panglima sebelum Kapuspen berangkat, bahwa Panglima sangat mendukung pembangunan pendidikan jatidiri bangsa ini.
“Saya sangat bersyukur bangga dan akan mendukung penuh begitu juga dengan Panglima TNI, kemarin sudah saya sampaikan rencana pembangunan Pesantren ini, beliau sangat mendukung penuh. Diharapkan nanti mungkin beliau akan datang langsung, berinteraksi langsung dengan Pak Kyai untuk rurut mendoakan bagaimana percepatan pembangunan dan penyelesaian berbagai masalah di bangsa ini,” paparnya.
Sebagai penutup dalam sambutan Kapuspen tegaskan kembali beliau sangat bangga dan bersyukur.
“Sekali llagi terima kasih kepada semua yang berada disini. Ini amazing baget, sangat-sangat amaizing bagi saya, bagaimana seluruh semesta mensukung kegiatan ini,” jegasnya langsung riuh tepuk tangan.
Apa itu Pesantren Jatidiri Bangsa Indonesia, Romo Kiai Muhammad Muchtar Mu’thi dalam rangkaian pitutur luhurnya dihadapan para tokoh lintas agama dan pejabat sempat menegaskan bahwa Pesantren Jatidiri bangsa bukanlah pesantren keagamaan.
“Perlu kami sampaikan Pesantren Jatidiri Bangsa Indonesia ini bukanlah pesantren keagamaan tapi pesantren kebangsaaan. Jadi disini tidak akan diajarkan ilmu fikih, usuluddin, tidak. Pesantren ini nanti mengajarkan kesadaran berbangsa,” tegas Kiai Muchtar Mu’thi sang penggagas Pesantren Jatidiri Bangsa Indonesia.
Lebih lanjut dikatakan, karena bangsa Indonesia ini terdiri dari berbagai suku agama maka semua yang berbeda boleh ikut belajar.
“Oleh karena bangsa Indonesia ini terdiri dari berbagai suku agama, maka bagi yang menginginkan belajar disini apapun agama, keyakinan dan sukunya boleh. Dan waktu belajarnya tidak lama mungkin 7 atau 10 hari selesai,” tambahnya.
Usia memberikan peletakan batu pertama Kasuspen dalam wawancara kepada awak media Kapuspen sempat menyampaikan mungkin Pesantren Jatidiri Bangsa ini akan dibangun diberbagai wilayah di Indonesia.
“Pesantren ini adalah bukti konkret Pancasila hidup, dan menjadi media interaksi antar umat beragama satu sama lain. Harapannya Pesantren Jati Diri Bangsa tumbuh di daerah-daerah lain. Rencananya ada 120 lagi kita bangun pesantren kebangsaan,” tegas Laksamana Muda Julius Widjojono.
Senada dengan Kapuspen TNI Ketua Harian Situs Bung Karno juga menyampaikan bahwa memang ada rencana akan membangun Pesantren Jatidiri Bangsa Indonesia diberbagai daerah.
“Romo Kiai Muchtar Mursyid Shiddiqiyyah pernah menyampaikan akan membangun akan membangun 120 pesantren Jatidiri Bangsa diberbagai daerah, jadi mungkin akan dibangun bersama TNI,” pungkas Kus, Selasa 07 Juli 2023.*










