Geger Dugaan Penipuan Arisan dan Investasi Bodong di Kediri, Rumah Pelaku Digeruduk Puluhan Emak-Emak untuk Negosiasi

oleh -
oleh

Kediri, ArahJatim.com – Dunia maya dan masyarakat Kabupaten Kediri belakangan ini dihebohkan oleh dugaan kasus penipuan bermodus investasi kemitraan dan arisan online. Tak tanggung-tanggung, total kerugian dari para korban yang terjebak dalam lingkaran bisnis bodong ini ditaksir mencapai angka yang fantastis, yakni hingga miliaran rupiah.

​Kasus ini mencuat setelah sejumlah korban mulai berani bersuara karena merasa tertipu oleh sang pengelola atau owner yang diketahui berinisial Y, seorang warga Kandat, Kabupaten Kediri.

​Geram karena tidak ada kejelasan dan iktikad baik, puluhan korban yang sebagian besar didominasi oleh emak-emak akhirnya nekat mendatangi langsung rumah milik Y. Kedatangan mereka yang berbondong-bondong ini tidak lain adalah untuk menanyakan langsung bagaimana nasib uang mereka yang mandek, baik yang tertanam dalam bentuk arisan, urusan utang-piutang, maupun kerja sama investasi.

pasang iklan_rev3

​Setelah sempat tertahan di luar, situasi terbaru di lokasi menunjukkan adanya sedikit perkembangan. Saat ini, puluhan korban akhirnya diterima oleh pihak keluarga atau pengelola untuk masuk ke dalam rumah guna melangsungkan proses mediasi dan negosiasi demi mencari titik terang pengembalian dana.

Bermodus Investasi hingga Arisan Online Berbagai Slot

​Berdasarkan pengakuan para korban, pelaku melancarkan aksinya dengan menawarkan dua jenis program, yakni kerja sama tanam modal (investasi) dan arisan online dengan sistem kocok maupun spin. Modus tersebut disebarkan secara masif melalui status WhatsApp untuk menarik minat teman dan kenalan.

​Untuk program arisan, pelaku menawarkan variasi iuran bulanan yang beragam, mulai dari Rp350 ribu hingga Rp1 juta rupiah, dengan skema perolehan (get) yang menggiurkan seperti slot Get Rp3,5 juta, Get Rp9 juta, hingga Get Rp15 juta.

​Namun, di balik iming-iming keuntungan tersebut, para korban justru gigit jari setelah mendapati sistem yang dijalankan diduga kuat penuh dengan manipulasi dan fiktif.

Emas Batangan Ratusan Juta Amblas, Korban Hanya Dijanjikan “Sik Bentar”

​Salah satu korban, Putri, menceritakan pengalaman pahitnya setelah tergiur mengikuti kerja sama investasi yang ditawarkan oleh pelaku Y. Putri mengaku sudah menjalin hubungan kerja sama ini selama kurang lebih dua tahun. Awalnya semua berjalan lancar, namun beberapa bulan terakhir komunikasi mulai tersendat dan tidak ada kejelasan.

​”Awalnya dia kalau butuh uang ke sini. Katanya untuk join kerja atau tanam modal. Tapi belakangan ini sama sekali tidak ada kabar. Kalau ditanya, jawabnya cuma ‘sik bentar, sik bentar’ (sebentar lagi), tapi nyatanya tidak ada komunikasi sama sekali,” ungkap Putri dengan nada kecewa, Rabu (25/6/2026)

​Bukan hanya uang tunai sekitar Rp100 juta yang amblas, Putri juga kehilangan beberapa emas batangan yang dibawa oleh pelaku. “Padahal sudah saya bilangin jangan dibawa, tapi tetap dibawa. Harapan saya ya uang dan emas itu bisa kembali,” tambah Putri.

Sistem Arisan Diduga Fiktif dan Pakai Nama Palsu

​Cerita serupa juga datang dari korban lain berinisial S (28), warga Kediri yang mengikuti program arisan online sejak Januari. S mulai menaruh curiga setelah menemukan banyak kejanggalan dalam sistem pengocokan arisan.

​Menurut S, setiap kali ada anggota yang keluar sebagai pemenang (get), pihak owner tidak pernah memberikan bukti transfer yang transparan kepada grup. Setelah ditelusuri bersama anggota lainnya, muncul dugaan kuat bahwa nama-nama pemenang arisan tersebut adalah fiktif atau menggunakan nama palsu yang sengaja dibuat oleh sang pengelola.

​”Kami curiga kok ada yang ganjil. Terus waktu putaran spin-nya itu jamnya beda-beda. Katanya setiap jam 12 siang, tapi kadang ada yang jam 9 malam, ada yang jam 8 pagi. Ternyata setelah diselidiki, yang dapat arisan itu ya nama-nama fiktif, alias uangnya masuk ke owner sendiri,” papar S.

Total Kerugian Korban Massal Diperkirakan Tembus Rp10 Miliar

​Dampak dari dugaan penipuan ini ternyata sangat luas. Korban dari arisan dan investasi bodong ini diduga mencapai puluhan orang, bahkan ada beberapa korban yang merupakan Pekerja Migran Indonesia (PMI) di luar negeri yang ikut menanam modal hingga 5 slot sekaligus.

​Saat ditanya mengenai total kerugian secara keseluruhan dari seluruh korban yang terlibat, S menyebutkan angka yang sangat besar.

​”Kalau total kerugian semuanya dari semua korban, ya banyak mas. Kayaknya bisa sampai Rp10 milar secara keseluruhan,” pungkas S.

​Aksi geruduk rumah pelaku oleh puluhan emak-emak ini menjadi bukti puncak kekesalan masyarakat yang merasa hak-haknya dirampas. Hingga berita ini diturunkan, proses negosiasi di dalam rumah Y masih berlangsung dengan pengawalan ketat dari warga sekitar, sembari berharap ada keputusan tertulis yang jelas mengenai pengembalian dana mereka.

No More Posts Available.

No more pages to load.