Kediri, ArahJatim.com – Cuaca ekstrem dengan intensitas hujan tinggi yang mengguyur Kota Kediri dalam beberapa hari terakhir membawa dampak buruk. Sebuah rumah milik Bapak Taji, warga RT 06 RW 01, Kelurahan Pakunden, Kecamatan Pesantren, dilaporkan mengalami ambruk pada bagian atap pada Selasa malam.
Peristiwa yang terjadi di tengah suasana hangat momen halalbihalal warga ini langsung mendapat perhatian serius dari pihak kelurahan dan jajaran samping.
Kronologi Kejadian: Beruntung Pemilik Rumah Selamat
Kepala Kelurahan Pakunden, Lingga Gunawan, menjelaskan bahwa laporan kerusakan rumah tersebut diterima pada pukul 23.07 WIB dari Ketua RW setempat, Pak Yon. Berdasarkan informasi di lapangan, atap rumah tersebut runtuh sekitar pukul 20.30 WIB.
”Saat kejadian, kebetulan kami sedang ada acara halalbihalal kelurahan yang juga dihadiri Pak Camat. Begitu mendapat laporan dari Pak RW 10, kami langsung berkoordinasi dan memutuskan untuk meninjau lokasi malam itu juga,” ujar Lingga Gunawan saat memberikan keterangan, Rabu (1/4/2026)
Beruntung, saat atap rumah tersebut runtuh, Bapak Taji selaku pemilik rumah sedang berada di luar bangunan, sehingga tidak ada korban jiwa maupun luka dalam insiden ini.
Penyebab: Faktor Bangunan Tua dan “Kejenuhan” Atap
Menurut Lingga, ambruknya atap disebabkan oleh kombinasi struktur bangunan yang sudah dimakan usia dan beban air hujan yang berlebih. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa rangka atap kayu di rumah tersebut memang sudah dalam kondisi lapuk.
”Info dari warga, hujan intensitas tinggi selama beberapa hari terakhir menjadi pemicunya.
Genteng yang sudah lama mengalami ‘kejenuhan’ karena menyerap air, sehingga bobotnya bertambah berat. Karena rangkanya sudah tidak kuat menahan beban, akhirnya ambruk,” jelasnya.
Langkah Penanganan: Koordinasi BPBD dan Usulan ke Wali Kota
Pemerintah Kelurahan Pakunden bergerak cepat dengan menggandeng berbagai pihak untuk penanganan darurat dan jangka panjang. Sejak malam kejadian, Lingga telah berkoordinasi dengan Babinsa, Camat, serta Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kota Kediri, Joko Arianto.
”Hari ini, tim asesmen dari BPBD yang dipimpin Mas Henry sudah turun ke lokasi untuk melakukan verifikasi lapangan. Kami juga sudah berkonsultasi dengan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim),” tambah Lingga.
Mengingat alokasi anggaran Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) reguler sudah tersusun, pihak kelurahan disarankan untuk menempuh jalur surat permohonan langsung kepada Wali Kota Kediri.
”Kami akan bersurat kepada Ibu Wali Kota. Harapannya, perbaikan rumah Bapak Taji bisa menggunakan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) atau dana bencana, sehingga penanganan bisa dilakukan lebih cepat dan warga bisa segera menempati hunian yang layak kembali,” pungkasnya. (das)










