
Blitar.Arahjatim.com – Lima Desa akan mengikuti Lomba Desa tingkat Kabupaten tahun 2019. Lima desa itu di antaranya, Desa Soso Kecamatan Gandusari, Desa Kendalrejo Kecamatan Talun, Desa Karangbendo Kecamatan Ponggok, Desa Jiwut Kecamatan Nglegok, dan Desa Balerejo Kecamatan Wlingi.
Penilaian lomba untuk lima desa itu dimulai 8 – 12 April 2019. Namun demikian, pemaparan potensi desa masing-masing sudah dilakukan yang dikemas dengan agenda penilaian presentasi lima besar lomba desa tingkat Kabupaten 2019 dan pelaksana terbaik 10 program PKK tingkat Kabupaten Blitar, Kamis (4/4) di Pendopo Ronggo Hadi Negoro.
Kegiatan yang dimulai pukul 08.30 WIB ini dibuka oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Blitar mewakili Bupati.
Baca juga:
- Kepala Desa Harus Kreatif, Inovatif Untuk Kemajuan Desanya.
- Bupati Blitar Ajak Pejabat Menjadi Teladan Masyarakat
- Bebas Korupsi dengan Klinik Konsultasi Keuangan Desa.
Dalam sambutan yang dibacakan Kepala Dinas PMD Kabupaten Blitar Mujianto, Bupati Blitar Drs. H. Rijanto, MM. berpesan kepada lima desa agar mempersiapkan diri semaksimal mungkin. Sehingga bisa mengikuti jejak pendahulunya, yakni mengukir prestasi di tingkat Provinsi Jawa Timur (Jatim).
Menurut Bupati, kegiatan kali ini bertujuan untuk menentukan status tertentu dari pencapaian perkembangan sebuah desa, serta untuk mengetahui efektivitas dalam penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan, pembinaan kemasyarakatan dan pemberdayaan masyarakat.

“Selain itu, juga untuk mengetahui tingkat kesejahteraan masyarakat, daya saing desa yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila,” kata Bupati.
Sedangkan tujuan Lomba Desa, lanjut Bupati, adalah melihat tahapan dan menentukan keberhasilan perkembangan desa setiap tahunnya. Dari lima desa itu, nantinya juara 1 akan diikutsertakan dalam Lomba Desa tingkat Provinsi Jatim.
Terakhir Bupati menambahkan, bagi desa yang menjadi juara tingkat kecamatan telah diberi hadiah kendaraan roda empat. Dengan hadiah ini diharapkan bisa memacu desa lain dalam upaya mendorong pembangunan masyarakat melalui penguatan kelembagaan, peningkatan kapasitas masyarakat, partisipasi masyarakat, penanggulangan kemiskinan, dan swadaya gotong royong masyarakat dalam pembangunan.
“Kalau lima desa akan ditambah dengan uang pembinaan. Kita harapkan hadiah yang telah diberikan bisa memacu semangat desa lain untuk berprestasi,” imbuhnya. (hms.mua)










