3 Tersangka Kasus Tragedi Maut Sungai Sempor Meminta Maaf kepada Keluarga Korban

oleh -
IYA saat konferensi pers
tersangka IYA saat koferensi pers dan meminta maaf kepada keluarga korban (Foto : Kompas.com)

Yogyakarta, Arahjatim.com – Setelah heboh kasus terseretnya siswa-siswi SMPN 1 Turi saat melakukan kegiatan pramuka yang dinamakan susur sungai di sungai sempor, Kabupaten Sleman, Yogyakarta jumat lalu, (21/2), hingga kini polisi telah menetapkan tiga orang tersangka atas kejadian tersebut.

Hingga kini kejadian maut tersebut telah menelan korban 10 orang siswa SMP Negeri 1 Turi. Dilansir dari Kompas.com, terdapat tujuh pembina pramuka di sekolah tersebut. Namun ternyata hanya empat pembina yang bersedia menemani 249 siswa melakukan kegiatan susur sungai tersebut.

berdasarkan fakta yang ada, dari tujuh pembina yang ada, hanya empat orang yang ikut dalam kegiatan susur sungai,” ujar Wakapolres Sleman Kompol M Kasin Akbar Bantilan dalam jumpa persnya bersama awak media pada selasa (25/2).

Empat pembina yang ikut mendampingi para siswa-siswi SMP Negeri 1 Turi saat itu, dua merupakan laki-laki, dan dua lagi perempuan.

bisa dibayangkan, 249 siswa hanya diampu oleh empat orang dewasa yang perannya sebagai pembina dan penggerak disitu,” imbuhnya

Sementara tiga pembina yang berhalangan hadir mendampingi 249 siswa yakni, IYA, DDS, dan R. padahal tiga orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka tersebut merupakan pencetus ide kegiatan susur sungai bagi siswa-siswi SMP Negeri 1 Turi. Selain sebagai pemilik ide, tiga orang tersebut juga telah memiliki sertifikat kursus mahir dasar pramuka (KMD).

ketiga orang ini penentu dan ide, lokasi ada pada mereka, terutama IYA. Tetapi justru mereka tidak ikut turun mendampingi,” ungkap wakpolres

Disisi lain, tersangka yang bernama IYA (36), meminta maaf karena lalai yang berakibat hilangnya 10 nyawa siswa SMPN 1 Turi yang terseret arus sungai saat kegiatan digelar.

semoga keluarga korban bisa memaafkan kesalahan-kesalahan kami,” ujar IYA saat pengungkapan kasus di Mapolres Sleman, Selasa (25/02/2020)

IYA menambahkan akan menanggung segala resiko atas apa yang telah terjadi akibat kelalaiannya tersebut.
ini sudah menjadi resiko kami, sehingga nanti apapun yang menjadi keputusan akan kami terima,” ucap IYA. (fik)