Viral Di Medsos, Sejumlah Nelayan Ngebom Ikan di Pulau Tabuhan

oleh -

Banyuwangi, ArahJatim.com – Video pengeboman ikan yang dilakukan sejumlah nelayan di kawasan Pulau Tabuhan, Desa Bangsring, Kecamatan Wongsorejo, Banyuwangi hari Minggu lalu viral di media sosial. Dalam tayangan video yang viral di Facebook maupun Instagram itu, tampak sejumlah pemuda terkejut melihat aktivitas para nelayan menangkap ikan menggunakan ledakan bom atau bondet. Saat kejadian para pemuda tersebut sedang memasang tenda di Pulau Tabuhan untuk bermalam.

Mereka sempat meneriaki oknum nelayan tersebut agar menghentikan aksinya, namun peringatan para pemuda tidak dihiraukan. Tercatat, ada tiga kali suara dentuman bom bondet milik nelayan di kawasan konservasi tersebut.

Video viral yang diunggah akun Facebook Rumah Literasi Indonesia tersebut mendapatkan ratusan komentar yang beragam dari netizen dan telah dibagikan lebih dari 500 kali hingga saat ini. Dalam tayangan video itu, seorang pemuda berbaju kuning yang bernama Tunggul Harwanto menyatakan kekecewaannya atas aktivitas pengeboman ikan oleh para nelayan.

Menurutnya,  bom ikan atau bondet yang memiliki daya ledak cukup tinggi bisa merusak ekosistem laut khususnya terumbu karang. Mereka juga menyayangkan, meskipun kawasan tersebut masuk kawasan konservasi, namun masih ada saja oknum nelayan yang berani menggunakan bondet untuk menangkap ikan di kawasan tersebut.

“Sedih melihatnya ada pengeboman. Kami tahu saat akan selesai memasang tenda, saya tidak tahu persis berapa kapal nelayan, karena jaraknya cukup jauh sekitar 200 meter ke utara dari Pulau Tabuhan. Ada sekitar tiga kali ledakan besar yang kami lihat secara langsung,” kata Tunggul saat dihubungi sejumlah wartawan melalui sambungan telepon.

Tunggul menambahkan, dirinya bersama teman-temanya juga tidak mengetahui secara persis dari mana datangnya para nelayan pengebom ikan tersebut. Mereka awalnya hanya mengira kapal pengebom ikan itu hanyalah kapal nelayan pemancing yang biasa mencari ikan di perairan Pulau Tabuhan.

“Kami tidak tahu secara persis dari mana kapal-kapal nelayan itu datangnya. Mereka di sana sampai malam, tapi akhirnya pergi dari lokasi malam itu juga. Kita juga tidak melihat mereka pergi ke arah mana karena kondisinya gelap. Memang sengaja kami videokan dan upload di medsos agar peristiwa tersebut bisa menjadi pembelajaran bagi masyarakat,” tambahnya.

Seperti diketahui, Pulau Tabuhan adalah sebuah pulau kecil berpasir putih letaknya berada di tengah perairan Selat Bali. Pulau seluas kurang lebih enam hektare itu secara administratif masuk wilayah Desa Bangsring, Kecamatan Wongsorejo, Banyuwangi.

Selain banyak dikunjungi wisatawan yang akan melakukan kamping dan snorkeling, di sekitar Pulau Tabuhan juga banyak didatangi para nelayan yang mencari ikan di pulau kecil yang rencananya akan disewakan ke pihak asing oleh Pemkab Banyuwangi tersebut. (ful)