Warga Keluhkan Pembuatan Akta Jual Beli Tanah di Sampang

oleh -

Sampang, ArahJatim.com – Warga kelurahan Karang Dalem, Kecamatan Sampang mengeluhkan pembuatan akta jual beli tanah, keluhan itu lantaran harga tanah dinaikkan dari harga semula, warga menganggap kenaikan itu dapat merugikan masyarakat. Dampak kenaikan harga tanah nantinya akan berdampak pada besarnya pajak yang harus dibayar oleh penjual dan pembeli.

Slamet Wahyudi, warga asal Desa Gulbung, Kecamatan Pangeranan mengaku memiliki tanah di Kelurahan Karang Dalem seluas 200 meter persegi yang dipatok dengan harga sekitar 90 juta, namun saat hendak diakukan pembuatan akta jual beli, harga tanah yang semula 90 juta berubah menjadi 150 juta.

Kenaikan harga tanah yang dilakukan oleh BPPKAD Sampang itu nantinya berpengaruh pada Pajak Penghasilan (PPh) yang dikenakan pada penjual dan Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB).

“saya yang punya tanah dengan harga 90 juta itu, saat dibuatkan akta jual beli tanah, dari harga yang semula 90 juta menjadi 150 juta,” katanya.

Wahyudi mengaku tidak memanipulasi untuk mendapatkan pembayaran pajak yang murah, sebab harga pasaran tanah di daerahnya memang berkisar pada 90 juta, itu dibuktikan dengan pembayaran  secara angsur yang diperkuat dengan kwitansi.

Ia menambahkan bahwa perubahan harga tanah tersebut tidak berdasar, karena tidak sesuai dengan UU No 28 tahun 2009 tentang pajak daerah atau retribusi daerah.

“Saya dengar pajak terkait jual beli tanah di Kabupaten Sampang ini baru saja diturunkan yang awalnya 5 persen menjadi 2,5 persen. Jadi percuma pajak diturunkan sementara harga transaksi dinaikkan,” imbuhnya.

Sementara itu, Kabid (Kepala Bidang) Pendapatan di BPPKAD Sampang, Choiriyah menolak anggapan bahwa harga tanah dinaikkan secara sepihak, sebab dinaikkannya harga tanah menyesuaikan dengan harga pasaran dan kewajaran sekiatar.

“Untuk menentukan harga tanah itu tidak semerta-merta dilakukan perubahan, sebab harus disesuaikan dengan harga pasaran dan tingkat kewajaran harga di lokasi,” tuturnya. (mf)