Warga Hadang Bupati Lumajang Thoriqul Haq

oleh -
Ratusan warga di Desa Jarit, Kecamatan Candipuro, Lumajang kembali menutup jalan bagi armada tambang pasir. Aksi protes dilakukan dengan menghadang rombongan Bupati bersama Forkopimda saat melakukan peninjauan jalan alternatif, Jumat sore (18/1/2019). (Foto: arahJatim.com/rokhmad)

Lumajang, ArahJatim.com – Meski sempat dibuka oleh aparat kepolisian, ratusan warga di Desa Jarit, Kecamatan Candipuro, Lumajang kembali menutup jalan bagi armada tambang pasir. Aksi protes jalan tersebut dilakukan dengan menghadang rombongan Bupati bersama Forkopimda saat melakukan peninjauan jalan alternatif, Jumat sore (18/1/2019).

Penghadangan rombongan pemerintah daerah ini dilakukan sebagai upaya protes jalan kali kedua, setelah sebelumnya sempat menutup jalan dengan membakar ban dan kayu di tengah jalan.

Bupati Lumajang, Thoriqul Haq bersama jajaran Polres Lumajang berdialog dengan warga yang melakukan aksi penutupan jalan. Meski sempat alot, akhirnya tuntutan warga ini pun dikabulkan oleh Bupati, dengan syarat hanya berlaku selama tiga minggu saja.

“Ya minta jalan ditutup biar aman, jalan diperbaiki yang rusak, keinginan warga ditutup dan jalan rusak diperbaiki, tutup total,” kata Masruroh salah seorang warga saat ditanya sejumlah awak media.

Bupati Lumajang berjanji proses pembangunan jalan khusus tambang pasir akan dikebut dan diawasi bersama, agar segera selesai, dan para penambang bisa bekerja dengan baik.

“Ya sementara gak apa-apa lah ditutup, tapi hanya sampai tiga minggu saja sembari menunggu penyelesaian jalan khusus armada tambang, yang penting sama-sama kondusif,” terang Thoriqul Haq, Bupati Lumajang.

Lebih lanjut Bupati Thoriqul menjelaskan, bahwa proses pembuatan jalan khusus sudah dilakukan dengan maksimal.

“Setelah kami cek langsung sudah dikerjakan, kalau tidak salah sudah 3,5 KM yang sudah dikerjakan kok,” tambahnya.

Baca Juga :

Polemik jalan tambang pasir ini terjadi sejak tahun 2018 lalu, warga mengeluh dampak dari armada tambang pasir mengakibatkan jalan rusak, dan menimbulkan debu yang mengganggu aktivitas warga.

Di kawasan selatan Lumajang ini, sedikitnya 5 pemilik izin tambang pasir beroperasi diantaranya PT. Lumajang Jaya Sejahtera (LJS), PT. Pasirindo Perkasa, CV. Mutiara Pasir, CV. Nur Mubarok dan IUP M. Arif, sehingga ribuan armada truk pasir melintas di jalan ini. (rokhmad)