Terobosan Jalan Khusus Truk Pengangkut Pasir

oleh -
Polemik jalan rusak akibat aktivitas tambang pasir di Lumajang diurai oleh Bupati Lumajang, dengan membuatkan jalan khusus armada angkutan pasir sepanjang 9 km lebih. (Selasa, 8/1/2019) (Foto: ArahJatim.com/rokhmad)

Lumajang, ArahJatim.com – Polemik jalan rusak akibat aktivitas tambang pasir di Lumajang diurai oleh Bupati Lumajang, dengan membuatkan jalan khusus armada angkutan pasir sepanjang 9 km lebih. Pengerjaan jalan yang dilakukan secara gotong royong oleh sejumlah pengusaha tambang dan pemerintah itu dimulai hari ini, Selasa (08/01/2019).

“Yang pasti tenggang waktunya dilakukan selama 1 bulan 7 hari, dan harus selesai,” ungkap Bupati Lumajang, Thoriqul Haq saat ditanya ArahJatim.com.

Lebih lanjut, ia juga menjelaskan, bahwa pengerjaan proyek pembuatan jalan khusus ini akan dilakukan secara gotong royong dengan membagi tugas antara pemerintah dan para pengusaha.

Baca juga :

“Sebagai pemerintah tentu kita membantu mengkomunikasikan ke pemilik tanah seperti Dinas Pengairan Pemprov dan Balai Besar Pengendali Lahar. Sementara teknis pengerjaannya ya para pengusaha itu menyumbangkan alat maupun materialnya,” terangnya.

Sebelumnya, sejumlah titik ruas jalan di tiga desa yakni Desa Jarit dan Jugosari Kecamatan Candipuro, serta Desa Kalibendo Kecamatan Pasirian rusak. Bahkan akibat banyaknya armada yang lalu lalang di jalan padat penduduk ini membuat masyarakat resah karena kerusakan jalan dan debunya. Warga sempat melakukan protes jalan rusak. (Rokhmad)