Pamekasan, ArahJatim.com – Ada yang tidak biasa pada upacara bendera di halaman kantor Pemkab Pamekasan hari Senin (4/11/2019) lalu. Upacara bendera yang diikuti Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Pamekasan itu tampak istimewa, seluruh peserta upacara tampil kompak dengan busana adat Madura.
Para ASN laki-laki memakai baju Pesak, Gombor dan Udeng, sementara ASN perempuan mengenakan baju Marlena. Tidak hanya itu, bahasa yang digunakan dalam upacara pun menggunakan Bahasa Madura termasuk. Ternyata hal ini dilakukan dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Pamekasan ke-489.
Di hadapan peserta upacara yang juga dihadiri Kapolres Pamekasan, Dandim 0826 Pamekasan, OPD beserta staf dan tamu undangan, Wakil Bupati Pamekasan H. Raja’e berpesan untuk mencintai dan menghargai kekayaan budaya Madura. Jangan sampai masyarakat Pamekasan melupakan bahasa Madura. Karena jika bukan kita sendiri siapa lagi yang akan bangga dengan tradisi, adat istiadat, dan budaya leluhurnya.
“Karena kita mengingat hari jadi ini menggunakan bahasa ibu. Sehingga kita akan mencintai dan menghargai karena itu (adalah) apresiasi atau suatu penghargaan terhadap kita sendiri. Dan (saya) berharap Bahasa Madura ini jangan sampai hilang atau luntur dari tradisi masyarakat Pamekasan. Dan kita harus bangga dengan tradisi adat budaya kita sendiri, karena kalau bukan kita siapa lagi yang bangga terhadap adat budaya Madura”, ujar Wakil Bupati Pamekasan, H. Raja’e. (ndra)












