Ungkapkan Nasionalisme, Petani Banyuwangi Gelar Upacara Bendera Di Tengah Sawah

oleh -
oleh
https://live.staticflickr.com/65535/48557234627_ebab07d5df_b.jpg
Seluruh peserta upacara, hingga sang pengibar bendera ikut terjun ke tengah persawahan berlumpur melaksanakan upacara bendera sebagai wujud ungkapan nasionalisme petani kepada NKRI. (Foto: arahjatim.com/ful)

Banyuwangi, Arahjatim.com – Banyak cara dilalukan untuk mengungkapkan rasa Nasionalisme. Seperti sejumlah petani di Desa Watukebo, Kecamatan Wongsorejo, Banyuwangi, mereka menggelar upacara bendera memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-74 di tengah sawah, Sabtu (17/8/2019) pagi. Meski sederhana, upacara berlangsung khidmat hingga sang saka merah putih berhasil dikibarkan.

Seluruh peserta upacara, hingga sang pengibar bendera ikut terjun ke tengah persawahan berlumpur melaksanakan upacara bendera sebagai wujud ungkapan nasionalisme petani kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia yang saat ini sedang berulang tahun. Jalannya upacara bendera dipimpin oleh Babinsa setempat.

Baca juga:

pasang iklan_rev3

Seluruh rangkaian upacara juga dilakukan selayaknya upacara bendera di sekolah maupun di kantor instansi. Mulai dari laporan pemimpin upacara kepada pembina upacara, pembacaan teks proklamasi Pancasila yang diikuti seluruh peserta upacara, hingga pengibaran sang saka merah putih dengan diiringi lagu Indonesia Raya juga dilakukan.

”Sangat senang bisa upacara bendera lagi, terakhir saya waktu SD dulu. Upacara di tengah sawah untuk menunjukkan bahwa upacara bendera berhak dilakukan oleh siapapun termasuk kita, petani,” kata Sahroni, Ketua Kelompok Tani setempat.

Sementara itu, meski kedalaman lumpur berada di atas mata kaki, namun tidak membuat petugas pengibar bendera dan peserta upacara yang seluruhnya menggunakan topi petani mengalami kesulitan saat berjalan menuju tiang bendera.

Meski sederhana, upacara berlangsung khidmat hingga sang saka merah putih berhasil dikibarkan. (Foto: arahjatim.com/ful)

Layaknya anggota Paskibraka sesungguhnya, pengibar bendera akhirnya berhasil mengibarkan bendera merah putih ke udara dengan diiringi lagu Indonesia Raya diikuti seluruh peserta untuk memberikan penghormatan kepada sang saka merah putih dengan khidmat.

Para petani merasa senang bisa melakukan upacara bendera di tengah sawah berlumpur. Selain untuk mengungkapkan rasa nasionalisme, upacara bendera juga sebagai nostalgia mereka saat masih duduk di sekolah dasar dulu. Bedanya, jika saat di sekolah dulu upacara bendera di halaman sekolah, namun kali ini di tengah sawah.

“Rasanya sedikit terharu saat menyanyikan lagu Indonesia Raya tadi,” pungkas Shahri, petani peserta upacara. (ful)

No More Posts Available.

No more pages to load.