Kediri, ArahJatim.com – Pemerintah Kota Kediri mengambil langkah strategis untuk ‘merombak wajah’ perpustakaan di wilayahnya. Melalui Dinas Kearsipan dan Perpustakaan, pelatihan Peningkatan Kapasitas SDM Pengelola Perpustakaan digelar di Ruang Kilisuci Balai Kota, Kamis (20/11), sebagai respons atas tantangan digitalisasi dan kebutuhan masyarakat modern.
Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Kediri, Chevy Ning Suyudi, dengan tegas menyatakan bahwa paradigma lama tentang perpustakaan harus ditinggalkan.
“Perpustakaan semakin dinamis, bukan hanya untuk menyimpan buku, melainkan telah bertransformasi menjadi pusat literasi, ruang pembelajaran sepanjang hayat, sekaligus ruang inklusi sosial yang mampu mendorong kreativitas dan inovasi,” ujar Chevy.
Transformasi ini krusial, terutama karena Pemkot Kediri menargetkan seluruh perpustakaan memenuhi Standar Nasional Perpustakaan (SNP) seiring diberlakukannya instrumen akreditasi 2025.
Peringatan: 148 Sekolah Belum Terstandar!
Namun, ada ‘lampu kuning’ dari hasil monitoring 2024. Dari total 254 perpustakaan sekolah, baru 106 yang memiliki Nomor Pokok Perpustakaan (NPP). Bahkan, sebagian besar dari yang sudah terdaftar pun masih belum memenuhi standar nasional.
“Temuan ini menjadi peringatan bahwa perbaikan harus dilakukan secara menyeluruh dan tidak dapat ditunda,” tegas Chevy, menyoroti perlunya kolaborasi aktif dari seluruh pemangku kepentingan, mulai dari sekolah hingga pemerintah.
Melawan Budaya ‘Scrolling Cepat’ dengan Layanan Adaptif
Isu utama lainnya adalah menurunnya minat baca akibat dominasi media sosial dan budaya scrolling cepat yang melemahkan kemampuan membaca teks panjang, khususnya di kalangan pelajar.
Kondisi ini menuntut pengelola perpustakaan untuk lebih adaptif, kreatif, dan inovatif agar layanannya mampu bersaing dengan derasnya arus informasi digital.
“Saya harap, melalui kegiatan ini, para pengelola dapat memperkuat kompetensi di bidang manajemen koleksi, tata kelola, hingga pemanfaatan teknologi informasi agar mampu menghadirkan perpustakaan yang relevan dengan perkembangan zaman,” tutupnya.
Pelatihan yang berlangsung selama dua hari (20-21 November 2025) ini menghadirkan narasumber ahli. Hari pertama fokus pada pustakawan SD/SMP/Sederajat dengan Sugeng Wahyu Ariadi, Pustakawan Ahli Madya dan Asesor Akreditasi Perpustakaan. Sementara hari kedua ditujukan untuk pustakawan kantor kelurahan dan puskesmas bersama Febioke Satya Permana, Pustakawan Ahli Muda.
Peningkatan kualitas perpustakaan ini adalah komitmen Pemkot Kediri dalam memperkuat budaya literasi dan meningkatkan kualitas SDM, optimis akan mampu bersaing di tingkat regional maupun nasional.











