Tim Buser Polresta Banyuwangi Bekuk Kawanan Maling Kayu Jati

oleh -
https://live.staticflickr.com/65535/49551968017_c956706ea7_b.jpg

Banyuwangi, Arahjatim.com – Tim Buser Satreskrim Polresta Banyuwangi, meringkus kawanan pelaku pembalakan liar di kawasan hutan Selogiri Kalipuro. Keduanya adalah SDY warga Kecamatan Sempu Banyuwangi, dan SYT warga Kecamatan Gubeng, Surabaya, Senin (17/2/2020).

Penangkapan dilakukan setelah polisi menerima laporan dari pihak Perhutani tentang adanya aktivitas yang mencurigakan di kawasan petak 66 hutan Selogiri. Setelah didatangi polisi ternyata benar, di petak tersebut ada aktivitas penebangan dan pengangkutan kayu jati yang dilakukan beberapa orang secara ilegal.

Polisi yang mengetahui hal tersebut langsung melakukan penangkapan. Awalnya ada 11 orang yang diamankan. Lantaran tidak cukup bukti, sembilan orang lainnya dilepas dan polisi hanya menetapkan dua tersangka yang diindikasi sebagai pihak yang bertanggung jawab atas aktivitas pencurian kayu tersebut.

Selain dua tersangka polisi juga mengamankan barang bukti berupa dua unit gergaji mesin, tali tambang, enam pohon jati yang sudah dipotong menjadi 81 batang, satu unit roda dorong untuk mengangkut kayu, satu unit mobil Avanza berplat nomor P 1005-ZW, serta beberapa kendaraan bermotor milik kedua tersangka.

“Enam pohon kayu yang dicuri oleh pelaku ini memiliki diamater 60 centimeter dan sudah berusia puluhan tahun. Kayu-kayu tersebut dicuri pelaku dari kawasan hutan produksi milik Perhutani. Atas aksi pencurian ini, negara mengalami kerugian hingga mencapai Rp 120 juta lebih,” kata ADM Perhutani KPH Banyuwangi Utara, Agus Santoso.

Atas perbuatannya, kedua pelaku dijerat dengan Pasal 83 Undang-undang Republik Indonesia Nomor 18 tahun 2013 tentang perusakan hutan junto Pasal 55 ayat 1 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal mencapai lima tahun penjara. Selain hukuman penjara, kedua tersangka juga terancam denda maksimal hingga Rp 2,5 miliar.

“Keduanya kita tetapkan tersangka karena terbukti telah melakukan pembalakan liar di kawasan Perhutani tanpa izin maupun dokumen apapun alias ilegal,” tegas Kapolresta Banyuwangi, Kombes Arman Asmara Syarifuddin. (ful)