Aksi Pembalakan Liar Resahkan Masyarakat Banyuwangi Selatan

oleh -

Banyuwangi, ArahJatim.com – Aksi pembalakan liar atau illegal logging di kawasan hutan produksi wilayah, Kesatuan Pemangku Hutan (KPH) Banyuwangi selatan terungkap. Empat pelaku pembalakan liar diringkus Kepolisian Resort Kota (Polresta) Banyuwangi. Mereka adalah SB (49), dan ES (48) keduanya warga Desa Bururejo, Kecamatan Siliragung, NS (39) warga Desa Temurejo, Kecamatan Bangorejo, EH (35) warga Desa Buluagung, Kecamatan Siliragung Banyuwangi.

Kapolresta Banyuwangi Kombespol Arman Asmara Syarifudin mengatakan, polisi menangkap para pelaku saat mereka sedang menebang dan membawa kayu jati tanpa ijin dan tidak disertai dengan dokumen sah di kawasan hutan produksi wilayah KPH Banyuwangi Selatan. Polisi juga menyita barang bukti kayu jati olahan berbagai ukuran sebanyak 150 lebih batang diangkut menggunakan tiga truk diesel, mesin serkel dan kampak serta sepeda gayuh yang digunakan sarana mengangkut kayu dari dalam hutan.

“Ke empat pelaku ini kami amankan beserta barang bukti ada 150 batang lebih kayu olahan berbagai ukuran diangkut dengan tiga truk, dan ada juga mesin serkel, sepeda gayuh yang digunakan sarana mengangkut kayu hasil tebangan dari dalam hutan, seperti anda lihat didepan ini,” kata Kombespol Arman Asmara Syarifudin dihadapan para wartawan, Jumat (6/3/2020).

Terungkapnya kasus pembalakan liar karena ada laporan masyarakat. Warga resah mengetahui adanya aksi pembalakan liar kembali marak terjadi di kawasan KPH Banyuwangi selatan. Mendapat laporan tersebut, tim gabungan Polsek, Tegalsari dan Siliragung bersama petugas polisi hutan (Polhut) langsung bergerak cepat melakukan penyisiran dan pengintaian dikawasan tersebut.

Baca Juga :

Tidak mudah membongkar jaringan yang sudah beroperasi sejak delapan bulan tersebut. Patugas harus bersabar melakukan pengintaian di dalam hutan hingga beberapa hari.

Dari empat orang yang ditangkap seorang lainnya kabur dari sergapan petugas. Saat ini petugas masih melakukan pengejaran satu pelaku yang sudah diketahui identitasnya, dan sudah dimasukan dalam daftar pencarian orang (DPO).

“Penangkapan pelaku ini berkat laporan masyarakat yang resah. Kemudian kami bentuk tim dengan Polsek terdekat bersama petugas Polhut KPH Banyuwangi selatan. Akhirnya tim berhasil menangkap para pelaku. Satu orang berhasil kabur dari sergapan petugas. Saat ini masuk DPO,” tambah Kapolresta.

Seorang pelaku, ES warga Desa Bururejo, Kecamatan Siliragung mengaku terpaksa melakukan pembalakan liar lantaran untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya.

“Saya nebang kira-kira depalan bulan lalu. Karena kebutuhan ekonomi, untuk makan keluarga. Kalau ada pesanan dari orang, saya baru nebang,” cerita ES dihadapan Kapolresta.

Para pelaku diancam pasal 83 ayat 1 huruf b Jo pasal 12 huruf e Undang-Undang Nomor 18 tahun 2013 Tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan. (ful)