Satu Pasien yang Sempat Diisolasi di RSUD Blambangan Negatif Virus Corona

oleh -
https://live.staticflickr.com/65535/49551822833_2e88829385_b.jpg
Ketua Tim Penyakit Inveksi Emerging (PIE) Banyuwangi, dr. Ririek Perwitasari, Sp.P saat menggelar press conference di RSUD Blambangan, Selasa (18/2/2020). (Foto: arahjatim.com/hmsbwi/ful)

Banyuwangi, ArahJatim.com – Satu pasien yang sempat dirawat di ruang isolasi Rumah Sakit Umum Daerah Blambangan, Banyuwangi dinyatakan negatif virus corona hingga Selasa (18/2/2020). Sejak masuk ruang isolasi, Minggu (16/2/2020), yang bersangkutan kondisinya terus membaik, dan tidak terdapat gejala pneumonia (infeksi paru-paru).

Hal itu disampaikan Ketua Tim Penyakit Infeksi Emerging (PIE) Banyuwangi, dr. Ririek Perwitasari, Sp.P saat menggelar press conference di RSUD Blambangan, Selasa (18/2/2020). Konferensi pers turut dihadiri Direktur RSUD Blambangan, dr. Indah Lestari, Ketua Komite Medis RSUD Blambangan dr. Neli, SpJP.

“Kondisi pasien saat ini sudah membaik. Suhu badannya turun, dan hasil foto dada (rongent thorax) nya juga normal, tidak ada gejala pneumonia. Berdasar ini, pasien kami nyatakan bukan pasien dengan penyakit virus corona (Covid-2019),” kata dr. Ririek.

Atas kondisi ini juga, lanjut Ririek, pihak rumah sakit tidak perlu melakukan swab pada pasien. Swab ini baru dibutuhkan jika pada pasien ditemukan gejala pneumonia, sehingga mengarah pada tindakan pengawasan untuk Covid-2019.

“Saya sudah berkoordinasi dengan RS dr. Soetomo Surabaya sebagai penanggung jawab provinsi, bahwa untuk mendapatkan sample swab, harus ada gejala pneumonia pada pasien. Sedangkan pada pasien ini tidak ada gejala itu. Pasien hanya demam dan batuk, bahkan batuknya saat ini sudah semakin reda,” ujar Ririek.

Baca juga:

Sebelumnya, pasien telah melakukan perjalanan ke Singapura pada 8 Februari dan tiba kembali di Banyuwangi pada 12 Februari bersama keluarganya, melalui Bandara Juanda. Saat di Bandara Juanda itu, yang bersangkutan mendapatkan Health Alert Card (HAC) karena telah melakukan perjalanan ke negara endemi virus corona. Kartu berwarna kuning tersebut harus disimpan oleh penumpang dan wajib dibawa saat periksa jika dalam periode 14 hari berikutnya ada keluhan terkait Covid-2019.

Setelah empat hari kedatangannya, pada 15 Februari, yang bersangkutan mengalami demam dan batuk pilek. Dia pun segera memeriksakan diri ke RS Fatimah dengan menunjukkan HAC tersebut. Melihat riwayatnya yang pernah berkunjung ke negara terjangkit virus corona, pihak RS Fatimah segera melaporkan dan merujuk pasien tersebut ke RSUD Blambangan, yang telah ditunjuk sebagai RS rujukan jika terjadi kasus Covid-2019 di Banyuwangi.

Selanjutnya, pasien masuk di RSUD Blambangan pada Minggu (16/2). Pihak RS pun segera melakukan penanganan sesuai prosedur yang berlaku.

“Saat datang, kondisi pasien memang demam dan batuk pilek. Akhirnya kami masukkan ke ruang isolasi dan melakukan penanganan sesuai protap yang berlaku, sambil terus diobservasi. Bukan itu saja, kami juga lakukan foto dada, pengecekan darah lengkap, hingga cek fungsi hati dan ginjal. Hasilnya semua bagus, bahkan foto dadanya juga bersih tidak ada pneumonia,” kata Ririek.