
Blitar, ArahJatim.com – Diguyur hujan deras sejak sore hingga malam hari, membuat Sungai Kedut Unut yang terletak di Kelurahan Sutojayan Kecamatan Sutojayan Kabupaten Blitar meluber dan banjir. Akibatnya, tiga desa di Kecamatan Sutojayan Kabupaten Blitar terendam banjir. Masing-masing Kelurahan Sutojayan, Desa Bacem serta Desa Gondanglegi. Namun yang paling parah yaitu banjir yang melanda Kelurahan Sutojayan.
Ketinggian air di Kelurahan Sutojayan ini mencapai satu meter lebih di jalan raya. Beberapa motor yang mencoba melintas mogok dan didorong oleh pengendaranya. Tidak hanya merendam jalan penghubung antar desa, banjir juga merendam rumah-rumah milik warga. Ketinggian air di dalam rumah hingga di atas lutut orang dewasa.
Baca juga :
- Sungai Banter Meluap, Puluhan Rumah Warga Terendam Banjir.
- Antisipasi Banjir Susulan, Puluhan Petugas Pasang Ini Di Kali Asem.
- Lahar Hujan Semeru Jebol Tanggul Kali Asem, Banjir Meluap ke Permukiman.
Salah seorang warga mengaku, dini hari tadi air di dalam rumah mencapai satu meter. Akibatnya, warga harus berjaga dan aktivitasnya terganggu.
“Banjir ini terjadi setiap tahun mas. Tapi kayaknya ini lebih parah,” ujar Dedi Ardi Sandi, warga Sutojayan.
Kepala Kelurahan Sutojayan, Sugeng mengatakan, banjir terjadi akibat hujan deras sehingga Sungai Kedut Unut yang saat ini dinormalisasi tidak mampu menampung dan meluber sehingga merendam desa-desa di sekitarnya.

“Banyaknya material di Sungai Kedut Unut yang dinormalisasi sehingga menyumbat aliran sungai. Sungai Kedut Unut ini dua minggu yang lalu juga sempat ditinjau oleh Presiden Jokowi, dan kami berharap proyek normalisasi segera selesai, agar tidak terjadi banjir lagi,” terang Sugeng, Kepala Kelurahan Sutojayan.
Tidak hanya merendam permukiman warga, banjir juga merendam area persawahan di Gondanglegi, dan Desa Bacem. Warga tetap diimbau selalu waspada untuk mengantisipasi banjir susulan, mengingat curah hujan masih tinggi. (mua)










