Terminal Ronggosukowati Kedatangan 2 Bus Pekerja Migran Indonesia Asal Malaysia, 33 Negatif

oleh -

Pamekasan, ArahJatim.com – Relawan FRPB (Forum Penanggulangan Bencana Pamekasan) dan Komunitas RAPI (Radio Antar Penduduk Indonesia) Pamekasan yang tergabung di  (Tim Imunitas Corona) Bakorwil 4 Pamekasan terus memonitor setiap kedatangan para PMI (Pekerja Migran Indonesia), hal ini dilakukan demi memutus sebaran Covid 19 di Pamekasan, Madura

Para PMI asal Pamekasan datang menggunakan 2 bus Kalisari L 7945 UA dan bus Kalisari L 7909 UL yang turun di Terminal Ronggosukowati, Jalan Raya Ceguk, Pamekasan, Kamis (30/4/2020) pukul 22.20 WIB.

Kedatangan PMI tersebut diterima oleh TIC Covid-19 Bakorwil 4 Pamekasan untuk dilakukan langkah sterilisasi dengan melakukan penyemprotan desinfektan. Setelah dinyatakan aman, Kapolres Pamekasan bersama Bakesbangpol dan anggota Tim Kewaspadaan Dini di Daerah (TKDD) terminal Ronggosukowati Pamekasan menerima para Pekerja Migran untuk ditindaklanjuti.

Menurut Humas dan Advokasi TIC COVID-19 Bakorwil 4 Pamekasan, Wahyudi mengatakan, “Rombongan 33 orang PMI telah dilakukan pemeriksaan kesehatan dan pendataan oleh petugas tim Covid-19 Provinsi Jawa Timur sebelum dipulangkan ke seluruh kabupaten yang ada di Madura”, paparnya.

Para PMI ini melanjutkan perjalanan menuju rumah masing-masing dengan dijemput keluarganya setelah dilakukan pemeriksaan dan pendataan.

“Selama pemeriksaan dan pendataan berjalan dengan tertib aman dan lancar serta tidak ditemukan hal yang menonjol”. ungkapnya pada wartawan Arahjatim.com, Jumat (01/05/2020).

Wahyudi juga menyampaikan bahwa pemeriksaan dan penyemprotan barang-barang PMI asal Pamekasan yang baru pulang dari Malaysia itu bertujuan untuk mengantisipasi penyebaran virus Covid 19, meskipun telah dilaksanakan rapid tes di Surabaya dengan hasil 33 orang PMI negatif.

“Para PMI ini juga kami himbau untuk melakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing. Serta melapor kepada satgas kecamatan dan desa agar tetap terpantau dan termonitor oleh satgas kecamatan dan desa”, tegasnya (Ndra).