Tangkal Hoax Dan Aksi Terorisme, Banser Banyuwangi Rapatkan Barisan

by -
Ratusan anggota Barisan Serba Guna atau Banser Nahdlatul Ulama (NU) Banyuwangi Selatan merapatkan barisan dengan menggelar apel siaga “NKRI Harga Mati”,di Jalan Rowo Biru, Dusun Krajan Desa Buluagung, Kecamatan Siliragung, Minggu (17/3/2019). (Foto: arahjatim.com/ful)

Banyuwangi, ArahJatim.com – Seiring kian memanasnya suhu politik menjelang Pilpres, ratusan anggota Barisan Serba Guna atau Banser Nahdlatul Ulama (NU) Banyuwangi Selatan merapatkan barisan dengan menggelar apel siaga “NKRI Harga Mati”. Apel siaga yang digelar di Jalan Rowo Biru, Dusun Krajan Desa Buluagung, Kecamatan Siliragung, Minggu (17/3/2019) itu diikuti ratusan anggota Banser dan mantan anggota Banser era Presiden KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur).

Dihadapan ratusan anggota Banser dan Ansor yang dikemas dalam acara reuni komando, mantan Ketua Banser H. Abdillah Rafsanzani mengatakan, jelang Pilpres yang kurang beberapa minggu ini tampaknya ada gejala ekstrimis-ekstrimis lawan NKRI yang muncul. Yang pertama adalah ekstrimis garis kanan yaitu kelompok yang menginginkan Indonesia menjadi negara berhaluan Islam. Yang kedua ekstrimis garis kiri yaitu kelompok yang menginginkan Indonesia menjadi negara berhaluan sosialis kapitalis.

Baca juga :

Apabila gejala tersebut tidak disikapi dengan baik dan bijaksana akan terjadi keruwetan. Dalam Pilpres kali ini, di kalangan ulama Nahdlatul Ulama (NU) juga banyak yang berbeda pemahaman politik. Hal tersebut akan rentan dimanfaatkan dua kelompok untuk memecah belah bangsa. Maka dari itu dirinya berharap kepada Banser dan Ansor sebagai benteng ulama dan negara, agar bisa melindungi para ulama yang berbeda sikap politiknya sekaligus juga membantu aparat TNI/Polri dalam rangka menjaga keutuhan NKRI.

“Kelompok garis keras ini sengaja mengacau dengan cara memecah belah NKRI. Musuh para pengacau ini ada tiga aparat keamanan (TNI/Polri) dan kekuatan ulama NU. Tugas Banser adalah harus bisa menjaga para ulama dan menjaga keutuhan NKRI, itu harga mati,” kata H. Abdillah yang juga senior Banser di era Gus Dur.

H. Abdillah Rafsanzani, mantan Ketua Banser era Gus Dur. (Foto: arahjatim.com/ful)

Abdillah juga menghimbau agar Banser ikut menangkal berita hoax yang kini menyebar dan mengganggu stabilitas keamanan. Karena hoax merupakan strategi pengacau negara dalam upaya memecah belah anak bangsa. Selain itu, berkaitan dengan aksi teror penembakan umat Islam di Selandia Baru Jumat kemarin, dirinya mengaku prihatin dan mengutuk aksi-aksi kekerasan baik yang terjadi di luar maupun dalam negeri.

“Berkaitan aksi teroris, Banser mengutuk keras, karena apa? Kita tahu musuh teroris itu kan ada tiga di Indonesia. Yang akan diancam, satu adalah Polri, kedua TNI, dan ketiga Banser. Makanya kita akan tetap melakukan kerja sama yang baik dengan aparat agar supaya teroris saat menjelang pilpres ini tidak muncul di Banyuwangi,” pungkas H. Abdillah Rafsanjani. (ful)