Banyuwangi, ArahJatim.com – Tim Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Banyuwangi berhasil mengungkap aksi pencurian kendaraan sepeda motor (curanmor) yang akhir-akhir ini marak terjadi di wilayah hukum kewenangannya. Salah seorang dari dua pelaku berhasil diciduk, Kamis (8/8/2019). Pelaku yang bernama Heryanto (33) alias Asit, warga Mayang, Kabupaten Jember dibekuk berikut barang bukti tiga unit sepeda motor hasil kejahatannya.
Untuk menghilangkan jejak, tersangka yang juga residivis dalam kasus serupa berusaha menghapus nomor rangka dan mesin serta mengganti plat nomor sepeda motor hasil curiannya.
“Hingga kini petugas masih melakukan identifikasi nomor mesin dan rangka kendaraan yang lain. Selanjutnya akan ditelusuri melalui laporan polisi guna mencari identitas pemilik,” terang Kapolres Banyuwangi AKBP Taufik Herdiansyah Zeinardi.
Baca juga:
- Komplotan Curanmor Ditembak Kakinya Karena Melawan Saat Ditangkap.
- Polres Banyuwangi Gagalkan Penyelundupan Ratusan Liter Arak Bali ke Pulau Jawa.
- Kawanan Spesialis Pencuri Hewan Ternak Dibekuk Satreskrim Polres Banyuwangi.
Kapolres menambahkan, dalam menjalankan aksinya tersangka selalu berkomplot dengan seorang rekannya berinial HD yang kini masih buron dengan peran berbeda. Satu orang mengawasi area tempat kejadian perkara (TKP) dan satu orang lainnya menjadi eksekutor. Selanjutnya sepeda motor hasil curian dibawa ke Jember untuk dijual ke seorang penadah. Beruntung barang bukti tiga unit sepeda motor yang sempat disimpan di rumah tersangka berhasil disita polisi.
“Pelakunya ada dua, satu masih buron. Satu berperan jadi eksekutor, yang satu mengawasi di TKP. Barang bukti kami sita di rumah tersangka Hariyanto,” beber perwira menengah yang pernah menjadi penyidik di Komisi Pemberatasan Korupsi (KPK) ini.
Sementara itu, atas terungkapnya kasus tersebut, Kapolres juga mengundanghadirkan salah seorang pemilik sepeda motor yang merasa kehilangan. Bahkan Kapolres langsung menyerahkan satu unit sepeda motor Honda Beat warna merah keluaran 2018 yang diketahui milik salah seorang ASN, guru SMP 4 Genteng tanpa dipungut biaya sepeserpun.
“Motor hilang waktu ikut lomba Agustusan antar instansi di Kecamatan Genteng, Sabtu (3/8/2019) lalu. Di lokasi memang tidak ada penjaga parkir karena semua ikut lomba. Terima kasih buat semuanya, Bapak Polisi yang telah menemukan motor saya. Itu kendaraan masih kredit yang sehari-hari saya gunakan untuk mengajar,” kisah Titin. (ful)











