Setelah Matta Fair, Pariwisata Banyuwangi Juga Dipromosikan Di Bandara KLIA Malaysia

oleh -
oleh

Acara peluncuran Banyuwangi Cultural Week 2019 ini dimeriahkan dengan Tari Gandrung Keter, Jak Ripah, Sorote Lintang, juga Rodat Siiran. Suasana semakin hangat dengan kenikmatan kopi khas Indonesia. Ada juga workshop hingga panel exhibition.

Secara terpisah, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas menyatakan apresiasinya yang tinggi kepada pemerintah pusat yang telah memfasilitasi promosi pariwisata Banyuwangi di Malaysia sejak 15 hingga 24 Maret mendatang.

pasang iklan_rev3

“Ini menjadi spirit baru dan penyemangat bagi kami untuk terus berinovasi mengembangkan pariwisata Banyuwangi. Bagi Banyuwangi, ini sangat membantu Banyuwangi mengejar target 100 ribu wisatawan Malaysia ke Banyuwangi,” kata Anas.

Sejak pekan lalu, pariwisata Banyuwangi telah dipasarkan di Malaysia. Dimulai dari mengikuti Matta Fair 2019, pameran pariwisata terbesar di Malaysia pada 15 – 17 Maret 2019. Berlanjut, Banyuwangi diundang untuk mengikuti Indonesia Archipelago Exhibition 2019 yang digelar di Kedutaan Besar RI di Malaysia. Sebuah ajang promosi untuk meningkatkan akses pasar produk Indonesia serta mendorong investasi asing dan wisatawan mancanegara asal Malaysia.

Baca juga:

“Kini, Banyuwangi bahkan dipromosikan di KLIA. Event ini tentu akan memberikan dampak positif bagi pariwisata Banyuwangi, bahkan Indonesia secara keseluruhan. Sebab, arus kunjungan wisatawan dari keberangkatan Kuala Lumpur akan makin optimal. Efek positifnya akan terus berlangsung lama,” pungkas Anas. (*)

No More Posts Available.

No more pages to load.