Sembilan Pengedar Narkoba Ditangkap, Ironisnya Satu Pengedar Adalah Modin

oleh -
https://live.staticflickr.com/65535/49654895347_fa1614dba9_b.jpg
Kapolres Blitar Kota AKBP Leonard M. Sinambela saat menggelar rilis kasus di Mapolres Blitar Kota, Jumat (13/3/2020). (Foto: arahjatim.com/mua)

Blitar, ArahJatim.com – Satreskoba Polres Blitar Kota berhasil menangkap sembilan pengedar narkoba. Bahkan, salah seorang pengedar narkoba bernama Misbahul Munir warga Desa Dermojayan Kecamatan Srengat Kabupaten Blitar merupakan seorang modin atau pembantu penghulu. Pria berumur 28 tahun itu ditangkap Satereskoba Polres Blitar Kota setelah kedapatan mengedarkan pil dobel L.

Kapolres Blitar Kota AKBP Leonard M. Sinambela mengatakan, dalam sepekan terakhir pihaknya berhasil mengungkap tujuh kasus narkoba dengan sembilan tersangka, dan salah seorang tersangkanya adalah pembantu penghulu.

“Para tersangka ini ditangkap di wilayah hukum Polres Blitar Kota. Tiga di antaranya (tersangka) kasus sabu-sabu dan sisanya (tersangka) kasus okerbaya (obat-obatan keras berbahaya),” terang AKBP Leonard M Sinambela, Kapolres Blitar Kota saat rilis kasus, Jumat (13/3/2020).

Dari tangan para tersangka petugas berhasil menyita sejumlah barang bukti, di antaranya sabu-sabu seberat tiga gram, dan pil dobel L sebanyak 300 butir.

“Selain sabu-sabu dan ratusan pil dobel L, kami juga mengamankan sepuluh handphone, uang tunai dan timbangan elektrik,” tambah Leo.

Di depan petugas, pria yang bekerja sebagai pembantu penghulu ini mengaku, baru sebulan mengedarkan pil dobel L. Dia menjualnya seharga Rp 50 ribu per 28 butir. Pil itu dijual kepada teman-temannya.

“Saya ditawari teman dan kemudian saya edarkan. Uangnya untuk tambahan penghasilan. Saya kerja jadi pembantu penghulu,” akunya.

Para tersangka dijerat pasal 112 dan 114 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Sedangkan untuk tersangka peredaran pil koplo dijerat pasal 198 dan 197 UU Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. (mua)