Sumenep, ArahJatim.com– Anggota Komisi II DPRD Sumenep Bambang Prayogi menyesalkan sejumlah proyek di wilayah Kabupaten Sumenep yang telah lama dibangun, namun hingga saat ini belum dimanfaatkan.
Salah satu proyek APBN itu diantaranya kluster (gudang rumput laut) di kecamatan Batuan, Silo Beras di Kecamatan Ganding, Silo Jagung di Kecamatan Bluto dan sejumlah bangunan lainnya.
“Tiga proyek tersebut dibangun pada tahun 2009 lalu, bahkan, Silo Beras di Kecamatan Ganding saat ini kondisi gedung mulai rusak akibat tidak terawat,” kata Bambang Prayogi pada ArahJatim.com, Selasa (14/5/2019).
Politisi PDIP itu mengaku belum tahu secara pasti mengapa banyak proyek yang dibiayai melalui APBN mangkrak, sehingga tidak bisa memberikan manfaat kepada masyarakat.
“Hingga saat ini dibiarkan mangkrak, atau memang sengaja, yang terpenting proyek tersebut sudah jalan dan dilaksanakan dengan wujud bangunan meski tidak ada pemanfaatan,” paparnya.
Pemanfaatan gedung tersebut sangat dibutuhkan, mengingat potensi rumput laut dan jagung di Sumenep sangat besar dibandingkan daerah lain. Untuk itu, dia mendesak pihak terkait untuk memikirkan pemanfaatan gedung dimaksud.
Baca Juga :
- 45 Desa Di Sumenep Segera Mendapatkan Dana Desa 2019
- Mesin Perahu Mati Saat Berkunjung Ke Sumenep, Khofifah Mencincing Celana
- Layani Arus Mudik di Madura, Menhub Serahkan Kapal Perintis
“Bangunan itu sudah dibangun beberapa tahun lalu, apabila tidak dimanfaatkan maka bisa jadi akan rusak parah dan tidak bisa digunakan sama sekali. Kan eman-eman, mendingan dimanfaatkan saja,” katanya.
Di tempat terpisah, Kepala Dinas Perikanan, Arief Rusydi menyampaikan, pihaknya tetap berupaya untuk memanfaatkan kluster di Batuan itu. Bahkan ia mengakui telah lama dirinya melakukan kordinasi dengan sejumlah investor, namun hingga saat ini belum ada yang memastikan.
“Sebenarnya signal untuk dikelola investor ada, namun saat kroscek ke lokasi malah mundur,” ngakunya. (jun)






