Sebelum Ditemukan Tewas, Korban Sering Cekcok Dengan Suaminya

oleh -
oleh
https://live.staticflickr.com/65535/48989066788_916fc1a92b_b.jpg
Polisi memasang garis polisi di seluruh bagian rumah, hingga sekitar TKP penemuan mayat yang ada di belakang rumah korban. (Foto: arahjatim.com/ful)

Banyuwangi, Arahjatim.com –  Tim unit Reskrim Polsek Glagah harus memutar otak untuk mengungkap tewasnya Suwati, warga Lingkungan Karangasem, Kecamatan Glagah, Banyuwangi, Selasa (29/10/2019) malam lalu. Minimnya barang bukti yang ditemukan oleh polisi membuat pihak kepolisian tak mau gegabah untuk menentukan penyebab pasti tewasnya korban yang dirasa janggal.

Hingga saat ini, polisi masih belum menemukan barang bukti baru selain baju yang dikenakan korban saat pertama kali ditemukan tergeletak di pinggir rel kereta api. Selain itu, pascaautopsi mayat korban, olah tempat kejadian perkara (TKP) ulang pun sudah dilakukan kepolisian Polsek Glagah.

Garis polisi juga telah terpasang di seluruh bagian rumah, hingga sekitar TKP ditemukannya mayat yang ada di belakang rumah korban. Namun hingga kini, polisi masih belum juga memastikan teka-teki penyebab tewasnya korban.

pasang iklan_rev3

Baca juga:

Pemeriksaan secara intensif terhadap saksi-saksi termasuk Muhyi, suami korban yang kesehariannya tinggal berdua dengan korban juga sudah dimintai keterangannya di Mapolsek Glagah.

“Kita olah TKP lagi untuk mencari barangkali ada petunjuk lagi. Karena barang bukti yang kita amankan baru berupa baju korban. Suami korban kita periksa sebagai saksi, karena yang bersangkutan orang yang paling dekat dengan korban. Sementara kami masih belum bisa menyimpulkan. Kita juga masih menunggu hasil otopsi secara tertulis dari tim forensik rumah sakit,” ungkap AKP Imron, Kapolsek Glagah yang memimpin proses olah TKP di rumah korban, Rabu (30/10/2019) siang.

Di mata tetangga, korban adalah sosok warga yang baik dan rajin beribadah. Belakangan diketahui, pasutri Muhyi dan Suwati tersebut sering terlibat cek-cok.

Perdebatan antara keduanya sering kali didengar oleh tetangga. Namun tetangga tidak ada yang mengetahui secara pasti apa yang diperdebatkan oleh pasutri yang sudah dikaruniai dua orang anak tersebut.

Seorang warga menunjukkan lokasi penemuan jasad Suwati, di pinggir rel KA yang berada tepat di belakan rumahnya. (Foto: arahjatim.com/ful)

“Mertua saya ketemu terakhir itu Senin malam Selasa, Mbok Tik (korban) ini mau meminjam mukena ke mertua saya waktu itu. Orangnya baik kok, biasa-biasa saja. Kata tetangga sih memang sering bertengkar dengan suaminya, tapi kalau saya sendiri kurang tahu karena saya jarang di rumah. Dengar-dengar dari tetangga begitu,” kata Guntur, tetangga korban.

Sebelumnya diberitakan, jasad Suwati, pertama kali ditemukan warga di pinggir rel kereta api yang tepat berada di belakang rumahnya. Jenazah korban sempat akan langsung dikebumikan, namun ditolak oleh pihak keluarga, sebab kematiannya terasa janggal. Pihak keluarga kemudian melaporkannya kepada pihak kepolisian pada malam harinya. Setelah diautopsi, tim dokter forensik menemukan ada luka bakar di sekujur tubuh korban seperti telah disiram air panas dan ada trauma di bagian belakang kepala korban. (ful)

No More Posts Available.

No more pages to load.