Puting Beliung Sapu Rumah Pasangan Manula, Penghuni Terluka

oleh -
Warga dibantu pihak kepolisian, BPBD, dan TNI bahu-membahu membersihkan sisa-sisa reruntuhan rumah. (Foto: arahjatim.com/mua)

Blitar, ArahJatim.com – Akibat diterjang anging puting-beliung, sebuah rumah milik pasangan suami istri Sarimin (80) dan Mitun (79) roboh dan ambruk hingga rata dengan tanah. Rumah yang dihuni pasangan manula ini terletak di Desa Sumberboto Kecamatan Wonotirto, Blitar. Akibat kejadian itu, Sarimin sempat terluka karena tertimpa lemari yang ambruk. Sementara istrinya Mitun terpental hingga beberapa meter dari rumahnya.

Peristiwa angin puting beliung itu terjadi Minggu (28/01/18) sore kemarin. Mitun berkisah, awalnya ia mendengar suara angin kencang dari arah utara. Lalu ia keluar rumah, setelah sampai di teras rumah tiba-tiba angin sudah menyapu rumahnya yang terbuat dari gedek (anyaman bambu). Ia terpental keluar rumah, sementara suaminya terjebak diantara reruntuhan rumah.

“Belum sempat lari rumah sudah roboh karena angin kencang, saya terpental keluar rumah. Sementara suami saya terjebak di reruntuhan atap yang roboh,” ujar Mitun.

Melihat kejadian itu, Wartinem anak korban yang tinggal di samping rumah korban langsung berlari memberi pertolongan, karena ayahnya Sarimin, masih terjebak di antara reruntuhan rumah. Tak lama kemudian datang tetangga korban yang langsung mengevakuasi Sarimin.

“Saat ini kedua orang tua saya masih syok karena kondisinya yang sudah lanjut usia, dan keduanya mengungsi di rumah saya.”ujar Watinem, anak korban.

Kapolres Blitar AKBP Slamet Waloya mengatakan, saat ini pihaknya, BPBD, TNI, dan warga setempat bahu-membahu melakukan kerja bakti membersihkan sisa-sisa reruntuhan rumah. Selain di Wonotirto, angin kencang juga mengacak-acal beberapa wilayah lain di Kabupaten Blitar. Utamanya di Blitar selatan, terang Kapolres AKBP Slamet Waloya.

Saat ini pihaknya masih berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Pemkab Blitar untuk membangun kembali rumah warga Wonotirto yang roboh akibat disapu angin tersebut. (mua)