Sumenep, ArahJatim.com – Program Satu Desa Satu Pangkalan Elpiji yang digagas Pemkab Sumenep, hingga kini belum jelas. Data dan informasi yang dihimpun ArahJatim.com, program tersebut dicanangkan Pemkab Sumenep sejak tahun 2017 lalu.
Program Satu Desa Satu Pangkalan Elpiji dibuat untuk mengetahui kebutuhan di masyarakat terhadap elpiji agar jatah per desa jelas.
Baca Juga :
- Harga Elpiji 3 Kilogram Merangkak Naik
- Ternyata Ini Penyebab Langkanya Elpiji Melon Di Kediri
- Jelang Puasa, Pertamina Tambah Pasokan Elpiji 3 Kilogram
“Terkait program itu dari Pertamina belum maksimal,” papar Kasubbag Sumber Daya Energi dan Panas Bumi Bagian Sumber Daya Alam Pemkab Sumenep, Dadang Dedi Iskandar, Senin (20/5/2019).
“Sehingga sampai sekarang pangkalan elpiji masih menumpuk di wilayah kota,” sambungnya.
Dadang Dedi Iskandar menuturkan, pendistribusian dan manajemen bisnis pangkalan elpiji yang ada sudah mendekati sempurna, yakni pendistribusian.
“Cara pembayarannya pun dari pangkalan sudah bisa transfer langsung ke Pertamina,” ucap Dadang Dedi Iskandar.
Dadang Dedi Iskandar menyebut, saat ini pengecer elpiji legal sudah terdata di Pertamina.
“Kalau dulu, dari agen ke pangkalan. Dari pangkalan langsung ke pengguna,” jelasnya. (jun).





