Program Makan Bergizi Gratis Masuk, Pedagang Daging Sapi di Kediri Justru Merugi, Ini Penyebabnya

oleh -
oleh

Kediri, ArahJatim.com – Kondisi pasar tradisional di Kota Kediri tengah lesu. Para pedagang daging sapi di Pasar Setono Betek dan sekitarnya mengeluhkan penurunan omzet yang cukup signifikan dalam beberapa pekan terakhir. Munculnya program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta tingginya biaya pendidikan setelah libur sekolah dituding menjadi pemicu utama sepinya pembeli.

Penurunan Penjualan Hingga 50 Persen

​Suroyo (70), salah satu pedagang senior asal Betet yang telah puluhan tahun berjualan di Pasar Setono Betek, mengaku merasakan dampak yang luar biasa. Jika biasanya ia mampu menjual hingga 2 kuintal (200 kg) daging sapi per hari, kini jumlah tersebut merosot drastis.

pasang iklan orange

​”Sekarang paling cuma habis 25 sampai 30 kilogram saja. Turunnya jauh sekali, bisa dibilang sampai 50 persen lebih dari biasanya,” ungkap Suroyo saat ditemui di lapaknya.

​Menurut Suroyo, salah satu faktor yang ia curigai adalah adanya perubahan pola distribusi daging sejak program Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan. Ia menduga, pengelola atau penyedia program MBG tidak lagi membeli daging melalui pedagang eceran di pasar, melainkan langsung ke rumah pemotongan hewan atau jagal besar.

​”Sepertinya pembeli berkurang karena program MBG itu belinya langsung ke jagal, tidak lewat pedagang pasar lagi. Jadi kami yang di pasar ini kena dampaknya, pembeli langganan berkurang,” imbuhnya.

​Harga Stabil Namun Daya Beli Lemah

​Senada dengan Suroyo, Endang Sri Utami (32), pedagang daging asal Beduk, Ngadiluwih, juga mengeluhkan sepinya pasar. Baginya, penurunan omzet kali ini mencapai sekitar 25 hingga 35 persen.

​Endang menjelaskan bahwa dari sisi harga, daging sapi di Kediri sebenarnya cukup stabil karena terus dipantau oleh pemerintah daerah. Saat ini, harga daging sapi standar berada di angka Rp110.000 per kilogram, sementara untuk kualitas terbaik seperti khas dalam mencapai Rp135.000 per kilogram.

​”Harga sebenarnya standar, tapi pembelinya yang tidak ada. Selain karena pengaruh program MBG, faktor biaya sekolah juga sangat berpengaruh. Habis liburan begini orang tua lebih fokus bayar kebutuhan sekolah,” jelas Endang.

Harapan pada Momen Puasa dan Lebaran

​Meski kondisi saat ini memprihatinkan, para pedagang masih menaruh harapan pada siklus tahunan. Suroyo optimis bahwa angka penjualan akan kembali merangkak naik saat memasuki bulan Ramadan dan menjelang Hari Raya Idul Fitri mendatang.

​”Biasanya kalau mau puasa atau Lebaran pasti naik lagi. Harapannya pemerintah juga bisa memperhatikan nasib pedagang kecil di pasar supaya tidak kalah saing dengan distribusi besar,” tutup Suroyo.

​Hingga berita ini diturunkan, harga daging di pasar-pasar tradisional Kediri tetap berada dalam pantauan Dinas Perdagangan guna memastikan stabilitas pasokan dan mencegah lonjakan harga yang lebih tinggi di tingkat konsumen. (das) 

No More Posts Available.

No more pages to load.