
Blitar, ArahJatim.com – Pelaku pembunuhan terhadap istri dan anak kandungnya, Nardian (38) warga Desa Sumberurip, Kecamatan Doko, Kabupaten Blitar dikirim ke Rs Bhayangkara Kediri untuk mengetahui kejiwaan pelaku.
Kasubbag Humas Polres Blitar Iptu Mohamad Burhanudin mengatakan, saat ini penyidik Satreskrim Polres Blitar masih mendalami kasus itu. Aparat kepolisian belum bisa melakukan pemeriksaan terhadap Narian karena keterangan pelaku sering berubah-ubah.
“Pelaku saat ini di bawa ke RS Bhayangkara Kediri untuk melakukan pemeriksaan kejiwaan. Jika nanti pelaku tidak mengalami ganguan jiwa maka pelaku bisa dilakukan pemerikasaan lebih lanjut,” terang Burhanudin Senin (18/2/2019)
Lebih lanjut Burhan menambahkan, sebelum dibawa ke RS Bhayangkara Kediri, saat diperiksa, pelaku sering bicara tidak nyambung atau ngelantur. Selain itu pelaku sering minta keluar masuk ruangan.
Baca juga :
- Motif Peristiwa Pembunuhan Di Lereng Gunung Kelud
- Tak Terima Dituduh Selingkuh, Suami Tega Bunuh Istri Dan Anaknya
- Polisi Ringkus Dua Pembunuh Janda Teman Kencan
“Apa yang disampaikan pelaku ini sering kali ngelantur, jadi berubah-ubah. Sehingga kita pastikan dulu kejiwaannya,” jelasnya.
Nardi tega membunuh istrinya Sri Dewi (30) dan anak kandungnya sendiri, Vika Nadira (7 bulan) Sabtu (16/2/2019) malam. Diduga, aksi keji itu dilakukan karena pelaku kesal sering dituduh selingkuh oleh istrinya.
“Dari hasil otopsi, korban Sri Dewi mengalami sembilan luka tusuk hingga mengenai jantung. Sedangkan anaknya yaitu Vika mengalami enam luka tusuk di badan dan kepala. Selain meringkus pelaku, polisi juga mengamankan barang bukti antara lain pisau, lingis, baju milik korban, dan hendel pintu.”pungkas Burhan.(mua)











