Polisi Masih Dalami Pelecehan Oleh Oknum RS Haji

oleh -

Surabaya, ArahJatim.com – Laporan atas dugaan pelecehan terhadap DIS kini masih berlanjut setelah pihak kepolisian memeriksa R selaku pihak yang diduga melakukan pelecehan pada beberapa waktu silam.

Pada beberapa waktu yang lalu, Djati Setyo Putro Humas RS Haji Surabaya mengatakan, petugas kepolisian sempat datang ke IGD langsung yang dipimpin Iptu Fauzi Kanit PPA dan dua personel lainnya. Para petugas tersebut mengecek kondisi ruangan, termasuk Circuit Closed Television (CCTV) di IGD sekitar pukul 15.30 WIB.

“Kurang lebih satu jam pihak polisi memeriksa, termasuk CCTV di rumah sakit. Tapi kan tidak ada CCTV di ruangan pasien karena itu privasi pasien,” kata Djati saat memberikan keterangan.

Sementara itu, di tempat terpisah AKBP Oki Ahadian Purnomo selaku Kasatreskrim Polrestabes Surabaya mengatakan jika perjalanan kasus ini masih berlanjut. Pihak kepolisian masih terus mendalami dugaan pelecehan seperti apa yang telah dilaporkan oleh pihak DIS.

“Masih didalami ini mas, kita juga masih kumpulkan bukti-bukti,” ungkap Oki.

Diberitakan sebelumnya, seorang laki-laki yang merupakan oknum perawat RS Haji Surabaya dilaporkan seorang pasien perempuan berinisial DIS (19), warga Nganjuk yang tinggal indekos di Jalan Gebang Lor, ke Polrestabes Surabaya terkait dugaan pelecehan seksual.

Peristiwa itu terjadi saat DIS sedang periksa ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Haji Surabaya karena tidak sadarkan diri pada Minggu (20/2) pukul 03.00 WIB.

Saat menjalani pemeriksaan suhu tubuh dan tensi tekanan darah, DIS merasa payudaranya diremas oleh oknum perawat itu.

Kejadian ini kemudian DIS mengadu ke suaminya. Merasa tidak terima dilecehkan kemudian melapor ke polisi.

“Saya sempat sadar di depan IGD. Saya masuk di ruangan itu cuma saya dan perawatnya saja. Saya mau berteriak tidak bisa karena keadaan saya masih lemas. Waktu itu diperiksa detak nadi dan ditensi. Saat memasang tensi dan melepas tensi perawat itu meremas payudara saya,” ujar DIS beberapa hari lalu saat melakukan pelaporan di depan kantor SPKT Selasa (23/2). (fm)