​Perkuat Program Sekolah Rakyat di Kediri, Komisi VIII DPR RI Dorong Peningkatan Kuota dan Akses Kerja Lulusan

oleh
oleh

​Kediri, ArahJatim.com — Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi PKB, KH. An’im Falachuddin Mahrus, M.Pd (Gus An’im), menegaskan pentingnya pengawalan dan penyempurnaan program Sekolah Rakyat yang menyasar anak-anak dari kalangan keluarga miskin dan rentan ekstrem. Hal tersebut diungkapkannya dalam kegiatan diseminasi program prioritas Presiden RI serta sosialisasi Sekolah Rakyat dan penguatan P2K2 KPM PKH yang berlangsung di Sekolah Rakyat Lirboyo, Kota Kediri.

​Fokus Khusus Karakter dan Perawatan Fasilitas

​Dalam arahannya, Gus An’im menyoroti tiga poin utama bagi para pengelola dan tenaga pendidik Sekolah Rakyat. Pertama, ia meminta Dinas Sosial bersama Pemerintah Kota Kediri untuk merawat fasilitas gedung beserta isinya dengan baik mengingat anggaran yang digelontorkan tidak sedikit.

​Kedua, tenaga pendidik di sekolah tersebut dituntut memiliki tingkat kesabaran dan ketelatenan ekstra. Mengingat latar belakang murid yang terbiasa hidup bebas, kurang disiplin, serta minim motivasi belajar, para guru terpilih harus mampu mengubah pola pikir mereka.

pasang iklan_rev3

​”Yang paling berat adalah menghadapi karakter mereka yang suka hidup bebas, tidak disiplin, dan tidak punya semangat mencari ilmu. Maka guru-guru di sini harus betul-betul ekstra dan terpilih,” ujar Gus An’im.

​Selain itu, unsur kedisiplinan di sekolah ini turut melibatkan pihak TNI agar para siswa memiliki karakter yang tangguh dan teruji.

​Dorong Penambahan Kuota dan Jaringan Dunia Kerja

​Pada aspek kebijakan makro, Gus An’im mendesak Kementerian Sosial (Kemensos) untuk segera memenuhi kekurangan kuota Sekolah Rakyat baik untuk tingkat SD, SMP, hingga SMA. Ia berharap seluruh anak dari keluarga miskin ekstrem dapat terjaring dan dijangkau secara optimal.

​Tidak berhenti di bangku sekolah, Gus An’im juga mendorong Kemensos untuk membangun akses lanjutan bagi para alumni setelah lulus tingkat SMA. Akses tersebut diarahkan menuju perguruan tinggi berkualitas maupun perusahaan mitra yang dapat menampung lulusan sambil melanjutkan kuliah.

​Sementara itu, perwakilan dari Direktorat Pemberdayaan Sosial Keluarga Miskin dan Rentan Kementerian Sosial, Anak Agung Ayu Mirah Kirani, menjelaskan bahwa proses perekrutan siswa dilakukan secara aktif oleh para pendamping di lapangan. Para pendamping mendatangi langsung calon siswa yang dinilai sesuai dengan kriteria desil 1 dan desil 2 agar program ini tepat sasaran.

​Penyaluran Bantuan Sosial Ekonomi dan Senyum Penerima Manfaat

​Dalam rangkaian kunjungan kerja tersebut, Gus An’im turut menyerahkan secara simbolis penyaluran Program Pemberdayaan Sosial Ekonomi (PPSE) dari Kementerian Sosial.

​Bantuan sosial ini disambut hangat oleh para penerima, salah satunya adalah Agustinawati. Ia menyampaikan rasa syukur dan kebahagiaannya atas bantuan senilai Rp5 juta yang diberikan oleh pemerintah.

​”Alhamdulillah saya merasa senang bisa mendapatkan bantuan sosial 5 juta dari pemerintah. Dan harapannya hal ini bisa bermanfaat bagi saya dan keluarga sehingga ke depan saya juga berharap kegiatan ataupun pengeluaran bantuan ini dapat dilakukan secara berkesinambungan,” ungkap Agustinawati dengan penuh rasa syukur. (das)

No More Posts Available.

No more pages to load.