Banyuwangi, ArahJatim.com – Seekor indukan penyu jenis sisik ditemukan mati di Pantai Cacalan, Kelurahan Klatak, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi, Rabu (14/8/2019) sore. Hewan langka bernama latin eretmochelys imbricata tersebut diduga mati akibat jeratan jaring nelayan di lehernya.
Selain akibat jeratan jaring, matinya penyu jenis sisik berusia sekitar 40 tahun panjang 50 centimeter, lebar 47 centimeter tersebut diduga kuat akibat banyaknya jamur karang yang menempel di tubuhnya. Penyu mati ini pertama kali ditemukan oleh warga sekitar Pantai Cacalan yang melakukan patroli di sepanjang pantai.
Awalnya warga menemukan dua ekor penyu dengan jenis yang sama berdiam diri di pinggir pantai. Setelah didekati, ternyata satu dari dua ekor penyu itu tidak bergerak sama sekali. Saat diperiksa, leher penyu membengkak seperti terkena jeratan senar jaring.
”Kami kira masih ada nyawanya, tadi sempat diberi pertolongan dengan diangkat ke air laut, tapi penyu tidak bergerak. Akhirnya kami bawa ke tepi pantai lagi. Kalau yang satunya bisa berenang sendiri kembali ke laut. Yang mati ini lehernya membengkak seperti habis terjerat tali gitu, kemungkinan jaring nelayan,” kata Arif Mursidi, Humas Pantai Cacalan.
Temuan matinya penyu langsung dilaporkan kepada petugas Mitra Polhut, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) seksi 5 Jawa Timur di Banyuwangi. Petugas yang melakukan pemeriksaan memastikan hewan langka itu sudah mati lantaran ada luka jeratan di lehernya. Agar tidak membusuk dan menimbulkan bau, bangkai penyu langsung dikubur oleh petugas dibantu warga di sekitar pantai.
”Penyu berusia sekitar 40 tahun ini mati karena ada luka jeratan jaring nelayan di lehernya. Bangkainya langsung kita kubur di sekitar pantai ini agar tidak membusuk dan menimbulkan bau,” kata Ardis Ten Sandi, Mitra Polhut BBKSDA Jawa Timur
Selain penyu sisik, di sepanjang pantai Banyuwangi juga ada tiga jenis penyu lain yang sering mendarat dan bertelur. Diantaranya penyu lekang (lepidochelys olivacea), penyu hijau (chelonia mydas) dan penyu belimbing (dermochelys coriacea). Dibandingkan ketiga jenis penyu tersebut, penyu jenis sisik adalah hewan yang sangat jarang melakukan pendaratan di sepanjang pantai Banyuwanngi untuk bertelur. (ful)












