Pengembangan Industri Pertanian Sesuai Mandat Konstitusi Ekonomi

oleh -

Data BPS Tahun 2011, mencatatkan, bahwa pengurangan luas lahan sawah yang terjadi di Pulau Jawa tidak sama dengan jumlah penambahan lahan di luar Pulau Jawa. Terlebih lagi, kualitas lahan di luar Pulau Jawa belum sebaik yang terdapat di Pulau Jawa. Di Pulau Jawa terdapat penurunan luas lahan (sawah) yang cukup drastis, ditambah oleh pergeseran status petani, penguasaan lahan dan adanya migrasi profesi. Penurunan ini terjadi karena adanya alih fungsi lahan oleh kebijakan pembangunan infrastruktur, baik itu jalan maupun perumahan, di satu sisi. Di sisi lain, kebijakan penambahan luas lahan atau pencetakan lahan baru di luar Jawa, tidak mampu memenuhi produktivitas yang ditetapkan secara nasional dan hanya menghasilkan produksi padi yang berkualitas rendah.

Yang tidak bisa dikompensasi, yaitu soal pengurangan lahan dan produktivitas, misalnya satu hektar di Pulau Jawa, tidak bisa langsung dipenuhi oleh penambahan satu hektar lahan di luar Pulau Jawa. Demikian pula halnya lahan pertanian yang terdapat di Pulau Jawa itu kualitasnya lebih baik (well irrigated), dibandingkan dengan lahan di luar Pulau Jawa. Dengan demikian, maka produktivitasnya belum dapat disejajarkan secara sekaligus atau juga menghasilkan kualitas yang sama baiknya. Perlu waktu selama 10 tahun (mengacu pada data produksi) melalui kebijakan penataan keasamaan dan air (irigasi) yang memadai.

Mudah-mudahan kualitas lahan di luar Pulau Jawa bisa mengejar ketertinggalan kualitas hasil produksi lahan pertanian di Pulau Jawa melalui cara yang lebih tepat guna. Oleh sebab itu, pemerintah setidaknya harus memperhatikan dua faktor dalam mengambil kebijakan, yaitu Penyusutan Lahan dan Kelembagaan Ekonomi kaitannya dengan Industrialisasi Sektor Pertanian untuk mengurangi ketergantungan atas impor komoditas pangan.

Pembenahan Dan Penguatan Koperasi

Walaupun demikian, berdasarkan produktivitas tanaman padi, maka lahan di wilayah Pulau Jawa masih mendominasi hasil produksi. Produktivitas tertinggi dicetak oleh Provinsi Jawa Barat dengan jumlah 11,74 juta ton pada tahun 2010. Selanjutnya, Jawa Timur dengan jumlah 11,64 juta ton, dan Jawa Tengah dengan jumlah 10,11 juta ton. Pada daftar lima besar produktivitas tanaman padi, hanya Sulawesi Selatan (4,38 juta ton) dan Sumatera Utara (3,58 juta ton) yang berasal dari wilayah luar Jawa.

Fakta yang timpang itu sangatlah menohok bangsa Indonesia yang terkenal dengan kekayaan sumber daya alam terbesar dan beragam seharusnya mampu menjadikan Indonesia sebagai negara yang berbasis industri pertanian dalam memajukan perekonomian serta memberikan kesejahteraan para petani, pekebun dan nelayan.