Pengembangan Industri Pertanian Sesuai Mandat Konstitusi Ekonomi

oleh -

Sementara itu, berdasarkan data Badan Pusat Statistik, luas panen padi tahun 2020 hanya mencapai 10,66 juta hektar atau mengalami penurunan sebesar 0,19 persen dibandingkan dengan tahun 2019 yang sejumlah 10,68 juta hektar atau 20,61 ribu hektar.

Penyusutan luas lahan pertanian secara terus-menerus ini jelas tidak menguntungkan posisi pembangunan industri pertanian Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden KH. Ma’ruf Amin. Harus ada perubahan kebijakan mendasar atas strategi dan skala prioritas program pembangunan, ditengah ketidakpastian iklim perekonomian dunia, cuaca yang anomali dengan potensi bencana terus terjadi serta defisit anggaran yang kian lebar.

Produktivitas lahan pertanian pada tahun 2020 memang menghasilkan sejumlah 54,65 juta ton Gabah Kering Giling (GKG) atau mengalami kenaikan sejumlah 45,17 ribu ton atau sebesar 0,08 persen dibandingkan tahun 2019 yang sejumlah 54,60 ton GKG. Jika dikonversikan menjadi komoditas beras untuk bahan konsumsi pangan, maka pada tahun 2020 jumlahnya mencapai 31,33 juta ton mengalami peningkatan sejumlah 21,46 ribu ton atau sebesar 0,07 persen dibandingkan tahun 2019 sejumlah 31,31 juta ton. Tapi, peningkatan ini tidak mampu mengatasi ketergantungan atas impor bahan pangan yang disebabkan oleh penyusutan luas lahan.

Penyusutan lahan pertanian sejatinya telah terjadi sejak 10 tahun lebih, mengacu pada data BPS tahun 2010, menunjukkan fakta saat itu lahan pertanian Indonesia diperkirakan hanya seluas 9.295.385 ha., dengan jumlah penduduk sejumlah 237,6 juta jiwa. Setelah 10 tahun kemudian atau tahun 2020, jumlah penduduk Indonesia berdasar data BPS yang diolah oleh media riset DATACORE mencapai 276.647.735 jiwa (pengurangan akibat kasus meninggal dunia oleh Covid19). Artinya, produksi beras dibutuhkan lebih banyak dibandingkan apa yang dihasilkan saat ini apabila hendak mengurangi ketergantungan atas impor. Pemerintah harus secara serius memperhatikan penyusutan luas lahan pertanian ini dengan produktivitas hasil produksi pertanian dan jumlah konsumsi pangan yang meningkat seiring pertumbuhan jumlah penduduk.

Penyusutan luas lahan pertanian terbesar berdasar data BPN terjadi di Pulau Jawa, yaitu telah menjadi hanya 4,1 juta hektar pada Tahun 2007. Sementara per tahun 2010, luas lahan pertanian tersebut kembali berkurang menjadi 3,5 juta hektar. Dalam periode tahun 2007-2010, konversi lahan sawah di Pulau Jawa mencapai 600.000 hektar. Data ini memberikan peringatan (warning) kepada pemerintah atas resiko kekurangan pemenuhan konsumsi pangan dari lahan yang semakin menyusut pada masyarakat di Pulau Jawa.

Di samping itu, luas panen tanaman padi juga telah mengalami kemerosotan pada periode tahun 2010-2011. Pada tahun 2010 saja, luas panen tanaman pangan padi hanya sejumlah 13,25 juta hektar dan turun lagi menjadi 13,22 juta hektar pada tahun 2011 atau secara persentase, lahan padi turun 0,22 persen. Bagaimana juga halnya dengan kebijakan rencana cadangan (contigency plan) telah disiapkan oleh pemerintah dalam mengantisipasi resiko bencana alamiah dan non-alamiah yang kemungkinan terjadi.