Tolak Tambang Fosfat, Mahasiswa Geruduk Kantor DPRD Sumenep

oleh -

Sumenep, Arahjatim.com – Aktivis mahasiswa Sumenep yang tergabung dalam Front Perjuangan Mahasiswa (FPM), kembali menggeruduk kantor DPRD dan kantor Bupati Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Mereka menolak keras adanya upaya penambangan batu fosfat yang ada di Kabupaten Sumenep, Karena mereka menganggap hal itu akan merusak lingkungan dan akan menyengsarakan masyarakat Sumenep khususnya.

Korlap aksi, Ariya Dinda Nurmala Putri yang akrab dipanggil Dinda, dalam orasinya menyampaikan penolakan hadirnya usaha penambangan batu fosfat.

“Kami menolak rencana penambangan batu Fosfat, atau batu kars yang akan ditambang oleh pihak perusahaan. Karena rencana itu akan berdampak kerusakan lingkungan yang sangat besar,” ucapnya tangkas.

Baca juga:

Melihat dari sudut mata pencaharian mayoritas penduduk Kabupaten Sumenep yang masih bergantung pada Sumber Daya Alam (SDA).

“Populasi masyarakat Sumenep berkisar mencapai 1.088.910 jiwa yang terdiri dari dua jenis kelamin yaitu perempuan 570.923 jiwa dan laki-laki 517.987 jiwa,” ucap Dinda selaku korlap aksi.

Menurutnya, sumber penghasilan dan tenaga kerja terbesar di Kabupaten Sumenep adalah di sektor pertanian. Akan tetapi pemerintah Kabupaten Sumenep malah mengeluarkan kebijakan yang akan menghancurkan sektor pertanian dengan merencanakan review Perda Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) 2013-2033.

“Sudah terdapat delapan wilayah ekploitasi tambang fosfat dengan konversi lahan sekitar 826.000 hektar dan diprediksi akan terus meningkat. Karena pemerintah akan menambah sembilan wilayah lagi untuk eksploitasi tambang fosfat,” pungkasnya. (rif)